11 Alasan Kenapa Pemuda Yang Ingin Bahagia Harus Mendaki Gunung

alasan kenapa pemuda yang ingin bahagia harus mendaki gunung

Kemarin sore saya baru saja berbincang dengan seorang sahabat, dia bukan seorang pendaki gunung, di tengah perbincangan, dia bertanya kepada saya, untuk apa sih kamu cape-cape mendaki gunung?. Cari uang itu cape, lalu kenapa kamu habiskan uang dengan cape-cape naik gunung.

Aduh bagaimana menjawabnya, ujar saya dalam hati, kemarin sore saya jawab saja seperti ini, karena ini adalah hobi saya. Namun, setelah perbincangan itu selesai, pertanyaan itu masih saja terngiang dalam hati saya, apa sih alasan saya naik gunung?.

Mungkin ini urusan hati, namun setelah saya pikir ulang, saya jadi teringat saya pernah membaca jawaban Soe Hok Gie saat dia ditanyai dengan pertanyaan serupa, kurang lebih bunyinya seperti ini.

Patriotisme tidak akan mungkin tumbuh dari hiprokisi dan dengan slogan-slogan, namun anda akan mencintai sesuatu dengan tulus, apabila mengenal sesuatu itu dengan baik dan benar. Mencintai Tanah Air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Alam Indonesia dari dekat.

Lebih jauh lagi, saya menemukan lebih banyak alasan selain dari jawaban Soe Hok Gie, saya menemukan dan ingin berbagi kepada kamu, 11 alasan kenapa saya mendaki gunung. Inilah dia.

1. Mendaki Gunung Akan Membangunkan Rasa Cinta Kepada Tanah Air

Seperti mengaminkan jawaban Soe Hok Gie, bahwa mendaki gunung akan membuatmu melihat keindahan alam Indonesia dari dekat, dengan begitu, kecintaan kepada negara ini sedikit perlahan akan tumbuh. Pada akhirnya kamu akan bangga dan bersyukur sudah terlahir di negara yang keindahan alamnya tidak pernah habis.

Dalam sebuah pendakian, saat kamu berjalan menyusuri alam bebas, menuju puncak, kamu akan melihat betapa kayanya alam Indonesia. Setelah berhasil menginjakkan kaki di puncak gunung, kamu akan disuguhi keindahan alam Indonesia, yang keindahan alamnya itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata atau puisi mana pun.

Semakin banyak gunung yang sudah kamu rasakan keindahan alamnya, semakin besar pula kecintaan kamu terhadap tanah air Indonesia ini. Bukan cinta kepada para koruptor tanah air atau hukum yang bisa dipermainkan dengan uang, namun cinta kepada alam dan negri Indonesia.

2. Mendaki Gunung Mengajarkan Kita Kepada Hidup yang Mandiri


hidup mandiri

Berbeda dengan keadaan saat kamu berada di rumah, ada kedua orang tua yang selalu siap menyediakan keperluan sehari-hari, seperti saat perut kamu lapar, ibu sudah memasak dan menyediakan makanan untukmu.

Saat kamu berada dalam sebuah pendakian gunung, maka hal semacam di atas tidak akan bisa kamu temui, walaupun ibu kamu ikut mendaki, saat kamu lapar, kamu harus menyediakannya sendiri atau bersama-sama memasak dengan teman sependakian. Semua kebutuhan pribadi pun, kamu sendiri yang akan menyediakan dan mempersiapkannya.

Dengan keadaan yang demikian, sudah semestinya, setiap pendakian yang kamu lakukan, akan mengasah kemampuanmu dalam hidup yang mandiri.

3. Pendakian Mengajarkan Kita Tentang Kecermatan dan Ketelitian

Setiap pendakian membutuhkan ketelitian atau kecermatan dalam tiga hal. Yakni,

1. Waktu.

Menyaksikan sunrise dari puncak gunung tentunya adalah barang mewah bagi para pendaki dan mungkin, hal itu adalah tujuan bagi sebagian pendaki gunung. Oleh karena itu, setiap pendaki gunung harus cermat dalam mengatur waktu supaya mereka bisa menikmati sunrise dari puncak gunung.

Catatan: Dalam mengatur waktu, masing-masing gunung mempunyai jarak tempuh berbeda. Jadi, setiap gunung tidak sama dalam mengatur waktunya. Harus cermat sekali.

2. Perbekalan Makanan.

Setiap pendaki gunung, dituntut pula untuk bisa mengatur perbekalan makanan dalam setiap pendakian, karena adalah sebuah musibah besar jika mereka kehabisan makanan di tengah-tengah pendakian.

3. Perbekalan Materi.

Sebuah pendakian tentunya membutuhkan kecermatan dalam mengatur uang dan pengeluarannya. Segala yang berhubungan dengan manajemen keuangan harus diatur dengan secermat-cermatnya, karena tidak ada istilahnya seorang pendaki kehabisan uang di tengah-tengah pendakian kemudian menyusahkan orang lain.

Demikian adalah tiga hal yang membutuhkan kecermatan dalam setiap pendakian. Dari waktu ke waktu, setelah seseorang sering mendaki gunung, maka dia akan terbiasa melakukan segala sesuatu dalam kehidupan dengan pertimbangan yang cermat dan teliti.

4. Pendakian Memberitahumu Bahwa Hidup Itu Berharga

Dalam kehidupan di dunia ini, banyak sekali orang-orang yang tidak mensyukuri kehidupan yang telah tuhan berikan kepada mereka, banyak sekali orang-orang yang mengutuk takdir yang telah mereka terima, mereka menganggap bahwa seolah hidup yang mereka jalani itu sama sekali tidak berharga.

Padahal, kehidupan itu adalah sesuatu yang sangat berharga, sebuah pendakian telah mengajarkan saya akan hal itu. Pada waktu itu, dalam sebuah pendakian di gunung Papandayan, dua ekor babi mendatangi tenda rombongan saya dan memakan perbekalan makanan. Alhasil, kami hanya memiliki sedikit perbekalan saja.

Pada saat itu, sepotong roti saja menjadi makanan yang sangat berharga, dan membuat saya mengerti bahwa kehidupan saya di rumah, dengan makanan yang cukup adalah kehidupan yang berharga yang patut saya syukuri. Mungkin bagi sebagian orang, situasi seperti itu, situasi saya ketika di gunung Papandayan, adalah situasi pada setiap harinya, pikir saya dalam hati.

5. Mendekatkan Diri Kepada Tuhan yang Maha Pencipta

Pemandangan indah yang mempesona adalah sajian utama dari pendakian gunung, melihat setiap hal yang berada di gunung adalah pemandangan yang jarang sekali bisa dilihat. Batu besar menjulang tinggi, hamparan pohon yang besar berwarna hijau, suara air terjun yang mampu menenangkan hati, hamparan bunga Edelweis atau puncak yang berada di atas awan adalah sebagian keindahan alam yang bisa kita saksikan ketika di dalam pendakian.

Semua keindahan itu menimbulkan rasa kagum, betapa indahnya pemandangan-pemandangan itu, lantas, apakah kamu pernah bertanya, apa yang lebih indah dari pemandangan itu?, jika iya, maka jawabannya adalah tuhan, allah yang menciptakan semua keindahan itu. kekaguman kepada alam adalah kekaguman kepada allah yang maha menciptakan.

6. Membangun Rasa Peduli Kepada Sesama Manusia


membangun rasa peduli terhadap sesama

Keramahan di antara para pendaki, saling membantu saat kesusahan menghadapi jalur pendakian dan merasakan kebersamaan adalah sesuatu yang sangat mudah ditemukan saat berada dalam sebuah pendakian.

Saat seorang pendaki berada dalam kesusahan, maka pendaki lain tidak akan segan atau ragu untuk menolongnya, meskipun pendaki yang berada dalam kesusahan itu sama sekali tidak pernah bertemu, tidak kenal, dengan pendaki yang menolongnya tersebut.

Oleh karenanya, sebuah pendakian mampu membangkitkan rasa peduli kepada sesama manusia. Rasa perduli sesama manusia sendiri adalah barang langka di jaman sekarang ini.

7. Belajar Fokus

Mendaki gunung adalah perjalanan menuju puncak gunung, para pendaki akan fokus pada tujuan itu, setiap rintangan tidak lantas membuat para pendaki patah arang dan berbalik arah kembali turun.

Dalam hidup, fokus adalah salah satu hal yang dibutuhkan seseorang untuk mengejar sebuah kesuksesan. Maka setiap pendakian selalu mengajarkan kita untuk fokus pada satu tujuan, tidak mudah menyerah dan terus berusaha sebelum tujuan itu tercapai.

8. Mendaki Gunung Mengajarkan Pada Kita Kepada Hidup yang Flukuaktif

Dalam setiap pendakian yang kita lakukan, jalur yang kita hadapi tidak akan selamanya mudah, terkadang kita akan menghadapi jalur yang berliku, berbatu, menanjak tajam, menurun, bahkan terkadang kita dipaksa untuk merangkak.

Hal demikian mengajarkan kita kepada konsep hidup yang flukuaktif, tidak selamanya mudah, hidup itu seperti roda, kadang kita berada di atas dan ada saatnya kita berada di bawah.

Kehidupan pun sama persis dengan jalur pendakian yang kita hadapi. Terkadang kita dihadapkan dengan masalah dan rintangan, dan terkadang kita merasa senang dengan keadaan hidup yang kita terima.

9. Untuk Memahami Arti Sebuah Perjuangan

Siapa pun, pendaki mana pun akan mengatakan bahwa perjalanan menuju puncak gunung adalah sebuah perjalan berat, penuh rintangan dan butuh pengorbanan.

Kamu tidak akan berhasil menginjakkan kaki kamu di atas puncak tanpa adanya sebuah perjuangan, perjuangan yang dilakukan dengan penuh ketulusan dan kobaran semangat. Tanpa perjuangan, maka tidak akan ada puncak.

Begitu juga dalam kehidupan ini, tidak akan ada kesuksesan tanpa sebuah perjuangan, kesuksesan bisa kamu dapatkan apabila kamu berani berjuang dengan hati yang tulus dan semangat yang berkobar. Demikian adalah filosofi pendakian gunung.

10. Kita Bisa Lebih Menghargai Proses

Sebelum kita menginjakkan kaki di atas puncak gunung. Rasa lelah, cape, kedinginan, kepanasan, hampir putus asa ketika dihadapkan track yang sulit adalah serangkaian proses yang harus kita lewati sampai kita bisa menikmati pemadangan yang sangat indah, di atas awan, di puncak gunung.

Ibaratkan puncak gunung adalah sebuah kesuksesan dalam hidup, maka, sebelum kita menikmati sebuah kesuksesan, ada serangkaian proses yang harus kita lewati terlebih dahulu sampai kita benar-benar sukses dalam mewujudkan setiap mimpi kehidupan.

Tugas kita adalah menghargai proses tersebut dan tidak terlena dengan cara instan yang akan mengantarkan kita kepada kegagalan, sebagaimana para pendaki yang menikmati perjalanan menuju puncak gunung.

11. Mengetahui Tingkat Kemampuan Diri Sendiri


mengetahui potensi diri sendiri

Apabila kita terus-terusan berada pada zona nyaman, diam di rumah dan tidak melakukan petualangan, maka kita tidak akan mengenal diri sendiri, karena kita tidak pernah tahu sampai di mana kemampuan diri kita sendiri.

Maka dari itu, cobalah untuk mendaki gunung, karena dengan melakukan sebuah pendakian dan keluar dari zona nyaman, maka kita akan tahu sampai di mana kemampuan diri kita, sekuat apa mental kita dan seberani apa hati kita saat berhadapan dengan tantangan.

Nah, itulah 11 alasan kenapa saya mendaki gunung yang bisa saya sampaikan kepada kamu. Sekarang, apabila ada sahabat saya yang bertanya lagi tentang untuk apa saya mendaki, maka jawabannya adalah 11 hal di atas. Salam lestari!.

Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "11 Alasan Kenapa Pemuda Yang Ingin Bahagia Harus Mendaki Gunung"

  1. Di point lima kadang saya merasa keblinger, ketika tujuan dari mendaki untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta dengan menggumi kebesaranya tapi terkadang para pendaki malah meninggalkan apa yng sudah menjadi kewajibanya, seperti meninggalkan sholat,
    Sehingga ahirnya menjadi terbalik dengan tujuan mendekatkan diri.
    Tapi itu mungkin PR besar bagi para pendaki, terutama pendaki muslim seperti saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener nih mas, PR besar yang belom nemu solusi konkritnya

      Delete
    2. Setuju banget, banyak sekali pendaki yang masih meninggalkan shalat dalam pendakian, ini menjadi PR bersama.

      Delete