7 Misteri Gunung Ciremai Yang Menyebabkannya Menjadi Salah Satu Gunung Paling Angker Di Indonesia

7 misteri gunung ciremai yang menjadikannya sangat angker

Gunung Ciremai, karena menjadi gunung tertinggi di Jawa Barat, gunung ini termasuk salah satu gunung yang menjadi tujuan para pendaki, khususnya untuk para pendaki yang berada di wilayah Jawa Barat. Namun,

Tidak bisa dipungkiri, semakin hari, Gunung Ciremai semakin santer dibicarakan oleh kalangan pendaki karena dikenal angker dan dipercaya menyimpan banyak misteri di dalamnya.

Tak ayal pula, banyak sekali kisah mistis yang menyelimuti Gunung Ciremai, baik cerita mistis yang dialami oleh para pendaki, seperti cerita dari Kang Oetis yang tersesat di Gunung Ciremai selama 3 hari, atau pun cerita yang kita dengar dari warga setempat Gunung Ciremai.

Mungkin, setelah kamu mendengar betapa banyaknya kisah mistis tentang Gunung Ciremai, ada sebuah pertanyaan yang menghampiri pikiranmu, yakni, misteri apa saja kah yang membuat Gunung Ciremai begitu angker?.

Tenang, artikel yang sedang kamu baca ini tepat sekali untuk menjawab pertanyaanmu itu, dalam artikel ini saya akan membagikan info tentang,

7 Misteri Gunung Ciremai Yang Menyebabkannya Menjadi Salah Satu Gunung Paling Angker Di Indonesia

Langsung saja,

1. Batu Lingga, Tempat Bersemedinya Sunan Gunung Jati

Konon, jaman dahulu, bangsa Portugis yang menduduki Indonesia kala itu sangat berambisi untuk menghabisi para ulama yang ada di Indonesia. Hal ini mengakibatkan para ulama, termasuk Sunan Gunung Jati, Syarif Hidayatullah, sepakat melakukan perjalanan menuju gunung Ciremai untuk bermusyawarah, atau berunding.

Sebagian besar ahli sejarah bersepakat bahwa jalur yang dipakai oleh para ulama, yakni Walisongo, kala itu adalah jalur Linggar Jati dan dipandu oleh kakeknya Sunan Gunung Jati yang kita kenal dengan julukan Satria Kawirangan.

Namun, mungkin karena jalur Linggar Jati begitu terjal dan usia sang Kakek sudah tidak muda lagi. Di tengah perjalanan, Satria Kawirangan memutuskan untuk berhenti mendaki, beristirahat di atas batu besar sambil duduk bersila dan mempersilakan rombongan Walisongo untuk meneruskan perjalanan mereka menuju puncak Gunung Ciremai.

Bahkan, saat rombongan Walisongo selesai bermusyawarah dan mengajak Satria Kawirangan turun, Ia tidak mau turun karena dia merasa malu kepada dirinya sendiri. Satria Kawirangan memutuskan untuk tetap duduk bersila di atas batu besar tersebut. Dia tetap bersemedi sambil bermunajat kepada Allah SWT.

Menurut Mbah Saman, seorang pemilik warung makan dan penginapan di jalur Linggar Jati, Satria Kawirangan menghabiskan sisa hidupnya dengan bertapa di atas batu tersebut, sangat lama, sehingga meninggalkan bekas di atas batu tersebut berupa cekungan yang beberbentuk seperti jantung manusia.

Pada tahun 1521, Sunan Gunung Jati mendengar kabar atas meninggalnya sang kakek, yakni Satria Kawirangan. Untuk menghormati kakeknya yang pernah bersusah payah memandu Walisongo saat mendaki Gunung Ciremai, Sunan Gunung Jati pun memutuskan untuk bersemedi di atas batu besar tempat kakeknya dulu bersemedi sampai tahun 1530. Hingga kini, batu yang dipakai bersemedi oleh Sunan Gunung Jati kita kenal dengan sebutan Batu Lingga.

Kini, menurut banyak kabar yang beredar, banyak pendaki yang memberikan kesaksian bahwa mereka pernah ditemui seorang kakek berjubah putih di sekitar area Batu Lingga.

2. Penampakan Nyi Linggi Yang Ditemani 2 Macan Tutul

Ketika kita membicarakan tentang misteri Gunung Ciremai, kita tidak bisa terlepas dari sosok Nyi Linggi yang ditemani 2 macan tutulnya. Pertanyaannya, siapa kah itu Nyi Linggi?,

Menurut masyarakat sekitar, termasuk Maman, salah satu juru kunci Gunung Ciremai, cerita Nyi Linggi memiliki kaitan dengan Sunan Gunung Jati. Pasalnya, setelah Sunan Gunung Jati selesai dari semedinya dan turun dari Gunung Ciremai, Nyi Linggi datang ke Batu Lingga untuk meneruskan pertapaannya Sunan Gunung Jati.

Dengan ditemani 2 binatang kesayangannya, yakni 2 ekor macan tutul, Nyi Linggi bermaksud mendapatkan ilmu kedigdayaan dengan cara melakukan sebuah ritual di Batu Lingga, batu besar tempat bersemedinya Sunan Gunung Jati.

Namun, Nyi Linggi gagal mendapatkan ilmu kedigdayaan, ia meninggal dunia sebelum menyelesaikan ritualnya, berselang waktu kemudian, masyarakat sekitar menemukan mayat Nyi Linggi di atas Batu Lingga. Tentang 2 ekor macan tutulnya?, hingga kini masih menjadi misteri, 2 macan tutul itu mengihang entah ke mana, hilang tanpa jejak.

Kini, sosok Nyi Linggi masih eksis dalam pembicaraan masyarakat setempat. Banyak pula, para pendaki menuturkan bahwa mereka pernah mendapati sosok nenek yang ditemani 2 macan tutul di sekitar area Batu Lingga.

3. Suara Gamelan Jawa Yang Santer Terdengar Oleh Beberapa Pendaki Gunung Ciremai

Bercerita sedikit tentang pengalaman pribadi, pada tahun 2014, setelah saya pulang dari pendakian gunung Ciremai, rombongan saya dikejutkan oleh seorang teman, bernama Riki, dia menemukan rekaman video yang berhasil membuat bulu kuduk saya berdiri kala itu.

Dalam rekaman video itu, kami mendengar suara gamelan, namun tidak ada gambar sama sekali, hanya warna hitam yang saya tonton dalam video yang berdurasi kurang lebih 3 menit tersebut. Menurut penuturan Riki, selama pendakian, HP-nya itu mati karena kehabisan batre. Aneh sekali, kenapa HP yang mati itu bisa merekam video yang memperdengarkan suara gamelan.

Mengenai video itu, banyak pendapat yang muncul saat itu, dimulai dari ucapan selamat datang dari penghuni Gunung Ciremai hingga pendapat yang mengatakan bahwa video itu adalah teguran karena kita terlalu banyak tertawa saat dalam pendakian. Tapi kami semua sependapat bahwa video itu adalah ulah makhluk halus yang lebih dulu tinggal di Gunung Ciremai sebelum kami melakukan pendakian itu.

Setelah banyak bertanya kepada pendaki-pendaki yang sering melakukan pendakian di Gunung Ciremai, akhirnya saya mengetahui bahwa memang di Gunung Ciremai, sebagian para pendaki sering mendengar suara Gamelan Jawa. Salah seorang anggota AKAR (Anak Kuningan Alam Rimba) menuturkan bahwa suara Gamelan Jawa itu berasal dari makhluk halus Gunung Ciremai yang bermaksud mengecoh konsentrasi para pendaki agar mereka keluar dari jalur pendakian.

4. Sosok Jalak Hitam Dan Tawon Hitam Yang Muncul Di Pos Pengalap Atau Pos VI

Seolah menjadi pelengkap untuk angkernya Gunung Ciremai, ada 2 binatang yang menjadi misteri sampai saat ini, ke-2 binatang tersebut adalah Jalak Hitam dan Tawon Hitam. Kenapa menjadi misteri?,

Jalak hitam yang selalu datang bagaikan hewan penjemput di pos VI atau pengalap, dia akan mengikuti pedaki dari pos pengalap sampai Seruni, dan Tawon Hitam yang selalu mengganggu.

Warga sekitar menuturkan, apabila kamu ingin selamat saat mendaki Gunung Ciremai, hendaknya kamu tidak mengusik keberadaan ke-2 binatang misterius ini. Bener banget nih, kita memang tidak boleh mengusik makhluk hidup lainnya.

5. Misteri Tanjakan Bapa Tere, Tanjakan Yang Paling Menyiksa

Berada di jalur Linggar Jati, di ketinggian 2.200 mdpl. Kamu akan berhadapan dengan tanjakan sangar, tanjakan yang terkenal di kalangan para pendaki, tanjakan yang mampu membuatmu berjalan merangkak seperti komodo dan tanjakan itu bernama tanjakan Bapa Tere.

Tidak kalah dari tanjakan Cinta di Gunung Semeru, tanjakan Bapa Tere di Gunung Ciremai pun sarat akan sejarah kenapa tanjakan yang satu ini dinamakan tanjakan Bapa Tere.

Ada 2 alasan yang berbeda, pertama, tanjakan ini bernama Bapa Tere karena tracknya yang garang dan menyiksa, sebagaimana perlakuan seorang ayah tiri kepada anak tirinya. Alasan yang lain adalah,

Dahulu, ada seorang ayah tiri yang mengajak anaknya mendaki Gunung Ciremai, saat keduanya turun, nasib naas untuk sang anak, ayah tiri itu membunuh sang anak tepat di atas tanjakan garang ini.

6. Adat Menginjak Bumi, Menghindari Dedemit

Maman, salah satu juru kunci Gunung Ciremai memberikan wejangan yang berbunyi seperti berikut,

Apabila kamu memasuki wilayah Gunung Ciremai, hendaknya hentikan dulu langkahmu, injaklah bumi sebanyak 3 kali dan ucapkanlah salam, Assalamu'alaikum. Hal ini dilakukan agar kamu terhindar dari keusilan dedemit yang menguasai setiap pos di Gunung Ciremai.

Lebih lanjut, Maman bercerita bahwa dahulu, di Gunung Ciremai, banyak sekali manusia-manusia dan kuda mereka yang meninggal karena sudah tidak tahan dengan tugas yang diberikan oleh penjajah Belanda.


7. Pantangan Saat Melakukan Pendakian Di Gunung Ciremai

Menurut warga sekitar, saat kamu hendak mendaki Gunung Ciremai, ada 4 pantangan yang harus kamu jauhi. Menurut mereka, pantangan itu untuk menjaga keselamatanmu selama mendaki atap Jawa Barat ini. Di antaranya adalah,


> Tidak boleh mengeluh

> Memegang lutut

> Kencing dan buang air besar sembarangan

> Selalu mengucapkan salam saat berjumpa dengan setiap pos pendakian


Demikian adalah 7 Misteri Gunung Ciremai Yang Menyebabkannya Menjadi Salah Satu Gunung Paling Angker Di Indonesia. Percaya atau tidak, misteri tetaplah misteri, dia ada namun tiada.


Ketahui juga 9 Misteri di balik keindahan gunung semeru ini akan membangkitkan bulu kudukmu, berani?

Semoga bermanfaat dan salam lestari!.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 Misteri Gunung Ciremai Yang Menyebabkannya Menjadi Salah Satu Gunung Paling Angker Di Indonesia"

Post a Comment