9 Misteri Gunung Lawu, Gunung Terangker Di Indonesia

misteri gunung terangker di indonesia

Gunung Lawu, sebuah dataran tinggi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini sangat sarat akan mitos, misteri dan legenda. Hal itu pula yang mengundang banyak orang ingin mendatanginya, banyak orang ingin merasakan sendiri suasana angker di Gunung Lawu.

Apabila kamu pernah mendaki Gunung Lawu, kamu pun pasti tahu, sampai di mana tingkat kekentalan mistis yang ada pada Gunung Lawu. Begitupun dengan salah satu anggota tim SAR yang pernah bertugas di sana. Dia mengungkapkan apa yang dia rasakan saat bertugas di gunung yang termasuk dalam Seven Summits of Java ini,



Gunung Lawu adalah gunung paling angker di Indonesia, menurut warga sekitar, gunung ini seolah hidup dan bernyawa, dia bisa menentukan tentang orang-orang yang mendatanginya, apakah diterima dengan baik atau ditolak. Di sini pun sering terjadi kejadian-kejadian aneh dan sosok-sosok aneh yang tak segan menampakan diri mereka.

Kemudian, pertanyaannya adalah misteri apa saja yang tersimpan di Gunung Lawu?. Untuk menjawabnya, ini adalah,

9 Misteri Gunung Lawu, Gunung Terangker Di Indonesia


1. Legenda Gunung Lawu

Kisah berawal dari masa berakhirnya kerajaan Majapahit, yakni pada tahun 1400 M. Kala itu, orang yang menduduki kursi kerajaan adalah Prabu Bhrawijaya V, beliau adalah raja terakhir dari kerajaan Majapahit.

Sejarah mengenal, bahwa Prabu Bhrawijaya V mempunyai dua istri, yaitu Ratu Petak Putri berkebangsaan Tiongkok dan Ratu Jingga. Dari ke-2 istrinya, Ratu Jingga melahirkan Pangeran Katong dan Ratu Petak Putri melahirkan Raden Fatah.

Singkat cerita, saat Raden Fatah memasuki usia dewasa, ternyata Raden Fatah memeluk agama Islam, ia membelot dari agama sang ayah yang beragama Budha. Bersamaan dengan meredupnya kerajaan Majapahit, Raden Fatah pun mendirikan kerajaan Demak yang berpusat di Glagah Wangi, sekarang lebih dikenal Alun-Alun Demak. Kenyataan yang membuat Prabu Bhrawijaya V merasa gundah.

Pada suatu malam, Prabu Bhrawijaya V bersemedi, dalam semedinya, beliau mendapatkan petunjuk yang mengatakan bahwa kerajaan Majapahit akan meredup dan cahaya beralih ke kerajaan anaknya, yakni kerajaan Demak. Sesaat itu pula Prabu Bhrawijaya V meninggalkan kerajaan Majapahit, menuju Gunung Lawu untuk menyendiri.

2. Gunung Lawu Merupakan Persinggahan Terakhir Prabu Bhrawijaya V

Sesaat setelah meninggalkan kerajaannya, sebelum naik ke Gunung Lawu, Prabu Bhrawijaya V bertemu dengan dua orang pengikutnya, kepala dusun dari wilayah kerajaan Majapahit, masing-masing dari mereka adalah Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Karena mereka berdua tidak tega melihat Prabu Bhrawijaya V berjalan sendirian, mereka pun ikut menemani Prabu Bhrawijaya V naik ke puncak Gunung Lawu.

Setelah sampai di puncak Hargo Dalem (Catatan: Gunung Lawu memiliki 3 puncak, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan yang paling tinggi, Hargo Dumilah.) Prabu Bhrawijaya V berkata kepada 2 pengikut setianya,



Wahai 2 abdiku yang setia, inilah saatnya aku moksa, menghilang dan meninggalkan kehidupan yang ramai ini. Untuk Dipa Menggala, kau kuangkat menjadi penguasa Gunung Lawu, penguasa setiap makhluk ghaib di sini. Batas wilayahmu hingga Gunung Merbabu di barat, Gunung Wilis di timur, Pantai Selatan di selatan dan Pantai Utara di utara, gelarmu adalah Sunan Gunung Lawu. Dan Wangsa Menggala, kau kuangkat sebagai patih Dipa Menggala, gelarmu adalah Kyai Jalak.

Selesai mengucapkan kalimat itu, Prabu Bhrawijaya V pun menghilang. Hingga kini, jasad beliau tidak pernah ditemukan oleh siapa pun.

3. Misteri Burung Jalak Gading Di Gunung Lawu, Dipercaya Sebagai Jelmaan Kyai Jalak

Setelah Prabu Bhrawijaya V melakukan moksa dan menghilang, tersisalah 2 pengikut setianya, Sunan Gunung Lawu dan kyai Jalak. Sejarah bercerita, mereka berdua menjalankan amanat Prabu Bhrawijaya V, mereka menjaga gunung Lawu.

Dengan kesempurnaan ilmu yang mereka punya, Sunan Gunung Lawu menjelma menjadi makhluk ghaib dan Kyai Lawu menjelma menjadi seekor burung Jalak berwarna gading.

Kisah tentang burung Jalak Gading ini masih berlanjut hingga saat sekarang, banyak orang percaya bahwa burung Jalak Gading sering muncul dan meberi petunjuk jalan menuju puncak Gunung Lawu kepada para pendaki yang memiliki tujuan baik. Sedangkan, apabila pendaki memiliki niatan buruk, Kyai Jalak tidak akan merestui mereka, akibatnya, para pendaki yang memiliki niatan buruk akan terkena nasib naas.

4. Kehadiran Pasar Setan Di Lereng Gunung Lawu, Seakan Mempertebal Nuansa Mistik Gunung Ini

Kehadiran Pasar Setan di Gunung Lawu sudah tidak asing lagi di telinga para pendaki, sebuah pasar yang tak terlihat dengan kasat mata ini berada di jalur Candi Cetho, lereng Gunung Lawu, sebuah lahan yang ditumbuhi ilalang.

Berbicara tentang jalur Candi Cetho, sebetulnya, jalur ini adalah jalur yang paling pendek dan cepat menuju puncak Lawu, karena perjalanan dimulai dari 1.470 mdpl. Akan tetapi, jalur pendek ini sekaligus menjadi jalur yang paling berbahaya. Sebab,

Tanjakan-tanjakan di jalur ini sangat terjal, jurang curam menganga di pinggiran track, kabut tebal sering turun membuat jarak pandang menjadi begitu pendek dan memperbesar resiko tersesat. Serta kepercayaan yang mengatakan bahwa jalur ini adalah perlintasan alam ghaib dan kehadiran pasar setan.

Oleh sebab itulah, mengapa jalur ini berbahaya dan tidak begitu favorit. Para pendaki lebih senang memilih dua jalur lainnya, yaitu jalur Cemoro Kandang dan jalur Cemoro Sewu.

Kembali ke pembicaraan tentang Pasar Setan, sebagian pendaki mengaku pernah mendengar suara bising, seakan berada di pasar, saat melewati sebuah lahan tanah yang berada di lereng Gunung Lawu. Terdengar pula suara yang sedang menawarkan dagangannya. 'Mau beli apa?.

Konon, apabila di sana kamu mendengar suara-suara aneh tersebut, maka kamu harus membuang salah satu barang yang kamu punya, sebagaimana orang yang sedang bertransaksi dengan cara barter.


Selengkapnya baca di: menyingkap misteri pasar setan di gunung Ciremai

5. Seakan Memiliki Telinga, Gunung Lawu Bisa Mendengarkan Apa Yang Kamu Keluhkan

Faris, seorang pendaki gunung yang bertempat tinggal di Magetan mengatakan,



Saat mendaki Gunung Lawu, sebaiknya tidak banyak mengeluh, sebab, gunung Lawu itu akan mendengar apa yang kamu keluhkan dan mewujudkannya. Bila kamu mengeluh lapar, kamu akan merasakan kelaparan yang luar biasa. Bila kamu mengeluh cape, kamu akan merasakan cape yang tiada tara. Begitupun saat kamu mengeluhkan hal-hal lainnya. Jadi, berhati-hatilah dalam ucapan.

6. Kupu-Kupu Hitam yang Memiliki Bulatan Biru Di Sayapnya Adalah Penerima Tamu di Gunung Lawu

Sebuah mitos mengatakan, apabila seorang pendaki bertemu dengan kupu-kupu hitam yang memiliki bulatan biru di sayapnya, artinya, pendaki tersebut diterima baik di Gunung Lawu. Apabila pendaki tersebut tidak mau tertimpa nasib malang dan ingin mendapatkan berkah, sebaiknya dia tidak menangkap, mengganggu, menyakiti dan membunuh kupu-kupu tersebut.

7. Pantangan Memakai Baju Hijau Saat Mendaki Gunung Lawu

Dipercaya bahwa saat mendaki Gunung Lawu tidak boleh memakai pakaian berwarna hijau, hal ini disebabkan karena baju berwarna hijau adalah pakaian yang digunakan oleh Nyi Roro Kidul, Ratu Pantai Selatan, yang tidak boleh digunakan sembarangan di Jawa.

8. Pantangan Untuk Tidak Membawa Rombongan yang Berjumlah Ganjil

Kepercayaan mengatakan bahwa, barang siapa yang mendaki Gunung Lawu dengan rombongan berjumlah ganjil, maka rombongan tersebut akan dilanda nasib sial.

9. Beberapa Keunikan Gunung Lawu


> Menempati urutan ke 5 dalam jajaran gunung tertinggi di pulau Jawa, Gunung Lawu termasuk dalam jajaran 'Seven Summits of Java

> Penelitian membuktikan bahwa status Gunung Lawu adalah gunung aktif yang beristirahat, kapan pun, gunung ini bisa aktif kembali

> Dahulu, puncak Gunung Lawu adalah dasar lautan, hal ini dibuktikan oleh peneliti asal Amerika

> Setiap waktu tertentu, Gunung Lawu akan ramai oleh para penziarah

> Gunung Lawu adalah gunung paling tua di Indonesia, gunung Lawu juga termasuk gunung purba
 

Demikian adalah 9 misteri gunung Lawu, gunung terangker di Indonesia. Maksud saya menulis artikel ini bukanlah untuk menakut-nakuti supaya kamu tidak mendaki gunung Lawu, namun, mengetahui misteri gunung Lawu adalah salah satu cara mengenal alam Indonesia.

Baca juga: pendakian gunung Lawu via Cemoro Sewu

Selain misteri Gunung Lawu, kamu pun pasti ingin mengetahui misteri apa saja yang ada pada Gunung Semeru?, ini dia, 9 Misteri di balik keindahan gunung semeru ini akan membangkitkan bulu kudukmu

Semoga bermanfaat dan salam lestari!

Subscribe to receive free email updates:

9 Responses to "9 Misteri Gunung Lawu, Gunung Terangker Di Indonesia"

  1. Kata orng basecanp jangan pake kain hijau pupus itu karena prabu pas moksa pake serba ijo katanya gan
    Taun lalu ane naik lewat cemoro sewu, ane lupa pake jaket ijo.. Tp ada mas di basecamp baik bgt kita tukeran jaket :) oh ya emg serem bgt klo baru pertama, kebetulan pas naek 2 hari lg malem 1 suro jd sepanjang jlan atau pos pasti bau dupa/nemuin sesaji.. Sama yg naik juga mbah2 pada bawa keris gan!
    Soal gk boleh ngeluh emng bner bgt, pas mau ke hargo dumilah jm 9mlm ane berdua tertinggal dibelakang dan kita berdua ngeluh "duh cape bgt" tiba2 headlamp kita berdua mati dan pundak berat bgt, kita sadar lalu berdoa dan mohon maaf, setelah di cek headlamp nyala lg, alhamdulillah kita camp di bawah hargo dumilah.. Dan jm 01.00 ada yg gedor tenda kaget gila karena itu ibu2 pake mukena dan rombongan mau ritual kayaknya minta aer panas :D

    ReplyDelete
  2. Terimakasih bang sudah membagikan pengalamannya, berharga sekali buat kami dan para pembaca lainnya.

    ReplyDelete
  3. Kalo make keril warna hijau gimana gan ??

    ReplyDelete
  4. Kalo make keril warna hijau gimna min ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut logika sih, carrier bukan termasuk pakaian. Tapi gak tahu juga, soalnya ane belum pernah nyobain bang :D

      Delete
  5. Betul mitos itu. Saya sendirilah yang mengalaminya. Saya selamat ketika dipandu oleh jalak gading gunung lawu. Ini adalah kisah nyata saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang pada mulanya tersesat bang?, atau bagaimana?.

      Delete
  6. saya warga Madiun. dekat dengan gunung lawu. tapi belum pernah ndaki gunung Lawu. :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain dong, biar tau bagaimana indahnya alam di gunung Lawu

      Delete