Sejarah Gunung Cikuray, Garut, yang Angker

sejarah gunung cikuray

Gunung Cikuray adalah salah satu personil dari tiga gunung yang sangat terkenal di kabupaten Garut, yakni Paguci (Papandayan, Guntur dan Cikuray). Gunung ini terletak di  Dayeuhmanggung, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ketinggiannya yang mencapai 2.821 mdpl membuat gunung Cikuray menyandang status sebagai gunung tertinggi di kabupaten Garut dan berada pada urutan ke-4 dalam jajaran gunung-gunung tertinggi di Jawa Barat.

Pada saat ini, kamu akan mengetahui tentang sejarah gunung Cikuray, karena memang itu tujuan saya membuat postingan ini. Yuk, tanpa basa-basi, ini dia;

Sejarah Gunung Cikuray

Menurut beberapa naskah kuno, gunung Cikuray dahulunya adalah gerbang menuju kerajaan Sunda, Padjadjaran. Pada abad 17, lereng gunung Cikuray merupakan tempat pemukiman para pendeta dan menjadi pusat pembelajaran berbagai macam ilmu, sehingga tempat itu menghasilkan begitu banyak naskah-naskah kuno yang menjadi objek penelitian para ahli sejarah. Naskah-naskah tersebut bisa kamu temukan di Kabuyutan, Ciburuy Garut.

Misteri Hilangnya Reni Komalasari di Gunung Cikuray

Pada tahun 2009, kita semua digegerkan oleh hilangnya pendaki perempuan asal Tangerang yang bernama Reny Komalasari di gunung Cikuray. Hal yang membuatnya begitu misterius adalah kenyataan yang mengatakan bahwa jasad Reny tidak pernah ditemukan sampai sekarang.

Banyak kabar kasak-kusuk yang beredar tentang hal ini, salah satunya adalah cerita dari tukang ojeg setempat yang pernah saya tanyai. Dia berpendapat, bahwa Reny hilang karena melakukan hubungan badan di atas gunung Cikuray. Kejelasannya?, entahlah.

Hingga saat ini, banyak orang yang mengaitkan Reny dengan sosok perempuan yang berwajah gelap dan berbaju putih yang sering menampakan dirinya di hadapan sebagian pendaki gunung Cikuray.

Angkernya Gunung Cikuray

pendakian gunung cikuray


Pada tahun 2013, saya melakukan pendakian di gunung Cikuray. Sebelum pendakian dimulai, saya sempat bertanya jalan menuju gunung Cikuray kepada seorang warga, karena saat itu rombongan saya salah jalan. Kurang lebih,  percakapan kami sebagai berikut;

Kami: Maaf pak, jalan ke gunung Cikuray ke arah mana yah?

Bapak: Ade bisa balik lagi, terus nanti belok ke arah kanan, pokoknya nanti ada pangkalan ojeg. Memangnya ade mau ngapain di sana?

Kami: Mau mendaki pak

Bapak: Hati-hati ya de naik gunung Cikuray soalnya di sana angker, kami saja tidak berani naik ke sana

Kami: Memangnya angker seperti apa pak?

Bapak: Di atas sana banyak orang-orang yang hilang, banyak jin yang jahil de. Bisa juga, ketika ade tidur, jin itu merubah ade menjadi sebatang kayu kecil.

Kami: Masa pak?

Bapak: Iya, bukan merubah bentuk, cuman, teman-teman ade tidak bisa melihat ade. Karena teman-teman ade pandangannya sudah diganggu oleh jin. Ade yang sedang tidur, hanya terlihat seperti batang kayu.

Serem juga. Bagaimana dengan kamu?, apakah kamu pernah juga mengalami hal-hal aneh saat mendaki gunung Cikuray?.

Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "Sejarah Gunung Cikuray, Garut, yang Angker"

  1. Alhamdulillah sudah ketemu sama penunggu puncak atas yg berubah wujud seperti manusia namun wajahnya ya begitu"acanbinmaun"...

    ReplyDelete
  2. wahh alhamdulillah pas naik cikuray aman aman aja sih, mampir juga gan ke blog ane yang ceritain tentang pendakian cikuray via kiara janggot

    ReplyDelete
  3. Wah saya share cerita saya ya mas.
    Saya pernah naik cikuray dr pemancar tahun 2015 kl ga salah. Saya sekitar 12 orang naik. Naik dr pagi jam 7 sampe puncak jam set 6 sore. Pas sampe atas temen saya ada yg hipotermia dan bawa tenda tpi ga cukup. Akhirnya kita tektok. Alias langsung turun jam 6 sore lewat kebayang dong selama perjalanan turun hari sudah malam :D
    Byak yg dialamin selama turun malam. Mulai dari kaya ada yg ngikutin dr belakang setiap kita turun, denger suara kunti ketawa ktanya sih temen ada yg liat sosoknya kejadian sekitar jam 11 mlm di pos 2, denger suara dangdutan, liat lampu pedesaan diseberang gunung tapi lama lama ilang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang, gunung Cikuray emang beda. Maknyos dah.

      Delete