Tips Mendaki Gunung Untuk Perempuan, Supaya Pendakianmu Lebih Menyenangkan

pembukaan

Olah raga asik dan mengasikan, mendaki, belakangan ini bukan hanya digemari oleh pejantan, namun sang lady cantik pun banyak yang kecanduan menikmati sunset di atas puncak. Bukan hanya sekedar menjauh dari kesibukan, tapi naik gunung adalah sebuah pembuktian bahwa kamu bukan wanita manja, meskipun di tengah pendakian pernah berharap ada sosok pangeran yang bersedia menggendong. Hihihi

Buat kamu yang ketagihan atau hendak mencicipi, penasaran dengan rasa mendaki tuh kaya gimana sih?, kita ada tips asik nih buat pendaki cantik kaya kamu yang kadang suka lebih ribet dari kaum Adam kalau berbicara mengenai persiapan pendakian dsbg. Penasaran, apa saja tips-tipsnya?, yuk disimak sis sambil makan combro anget ala Mimi Peri.

Sebelum Mendaki, Persiapkan Fisikmu

mempersiapkan fisik

Sebelum bisa mendapatkan foto unch di puncak gunung ala anak Instagram, tentu saja kamu harus melewati rintangan terlebih dahulu, melewati jalur pendakian nanjak yang membutuhkan kesiapan fisik yang kuat dan mental yang kokoh. Kurang lebih, sekokoh semen becak (beroda 3).

Untuk itu, beberapa hari sebelum melakukan pendakian, kamu harus melatih tubuhmu terlebih dahulu, supaya nafasmu tidak kaget saat menemui tanjakan sadis, sesadis sikap cuek kamu sama aku, hihihi. Kamu bisa bersepeda di jalan menanjak atau jogging rutin setiap pagi.

Bawa Perlengkapan Pendakian yang Benar-Benar Diperlukan

Sepertinya kamu harus mengaku, HAHAHA, bahwa setiap perempuan kalau mau berpergian itu pasti repot bin heboh banget tentang barang bawaan. Mulai dari alat make-up yang harus komplit, sepatu dan tas yang harus macthing atau baju yang harus catchy. Iya-kan?, ngaku aja deh.

Nah, kalau mau pergi mendaki, sepertinya tidak usah seheboh begindang. Kamu hanya perlu membawa barang-barang ini saja.

Jangan Menjadi Satu-Satunya Perempuan Dalam Rombongan

jangan mau jadi satu-satunya perempuan di tim

Saat mendaki gunung, jangan pernah mau menjadi satu-satunya orang paling cantik dalam rombongan, berusahalah mengajak teman perempuan lain untuk menemanimu, karena nanti, di atas gunung sana, kamu sangat membutuhkan teman pendaki yang sama-sama gemar drama Korea.

Kamu akan butuh teman yang menemanimu dalam tenda, yang menemanimu buang air, yang tempo kecepatan mendakinya seimbang dan teman yang lebih nyaman diajak curhat ini itu dan bervariasi. Selain itu, hal ini untuk berjaga diri, kalaupun kamu terpaksa harus menjadi satu-satunya perempuan dalam rombongan, gunakanlah barang pemisah saat tidur dalam tenda dan gunakanlah sarung untuk penutup saat buang air di hutan sana.

Gak Usah Malu Minta Break

gak usah malu minta break

Setiap orang mempunyai kapasitas fisik yang berbeda-beda, ada orang yang kuat, yang lemah, itu hal yang lumrah. Apalagi saat kamu mendaki gunung bareng laki-laki, perbedaan itu akan sangat jelas terlihat. Mungkin saat kamu cape, laki-laki baru pemanasan *sombong dikit boleh lah ya. Cmiiiw

Maka, apabila kamu sudah mencapai puncak kapasitas fisik atau batas maksimal fisikmu, saat mata berkunang-kunang, nafas terasa sesak, dada sakit, dengkul gemeteran hebat, kepala pening, tenggorokan kering dll, jangan malu untuk mengatakan "cape nih, istirahat bentar dong". Jangan memaksakan diri, nanti malah gak bakalan sampai ke puncak gunung yang kamu tuju.

Ketahui Jadwal PMS-mu

Tahu sendirikan bagaimana rasanya PMS, kalau saya sih gak tau, tapi menurut teman perempuanku, rasanya linu. Udahlah, kita tidak perlu membahas rasa PMS berkepanjangan.

Sebelum melakukan sebuah pendakian, coba kamu perhitungkan dengan teliti, apakah tanggal keberangkatanmu berbarengan dengan tanggal kedatangan tamu, alias menstruasi. Jika iya, sebaiknya kamu membatalkan pendakianmu itu. Kamu gak mau kan jika pendakian yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi sebuah siksaan.

Apabila kamu masih ingin melakukan pendakian pada masa haidmu, sebaiknya kamu membaca tips mendaki untuk wanita yang sedang haid.

Girls, demikian adalah tips mendaki untuk perempuan yang bisa saya sampaikan, setelah mengetahuinya, semoga pendakianmu berikutnya bisa lebih menyenangkan. Sampai jumpa di puncak.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Tips Mendaki Gunung Untuk Perempuan, Supaya Pendakianmu Lebih Menyenangkan"