10 Gunung Berapi di Inonesia yang Paling Aktif

gunung berapi yang paling aktif

Sebelum membaca lebih lanjut, saya sarankan supaya kamu membaca tingkatan status gunung berapi di Indonesia terlebih dahulu, dengan membacanya, kamu akan mengetahui bahaya apa saja apabila sebuah gunung berapi meletus dan tragedi gunung-gunung dengan letusan terdahsyat yang pernah terjadi di Indonesia.

Sesudah membacanya, mari lanjutkan pada tujuan kenapa artikel ini dibuat. Yakni, mengetahui 10 gunung berapi paling aktif di Indonesia. Kenapa hal ini sangat menarik untuk diulas?, karena Indonesia termasuk salah satu negara dengan gunung berapi terbanyak di dunia dan masuk dalam jajaran negara-negara yang masuk dalam Pacific Ring Of Fire atau sabuk gempa pasifik. Langsung saja di bawah sini;


10 Gunung Berapi di Indonesia yang Paling Aktif

1. Gunung Merapi

Gunung dengan ketinggian 2.968 mdpl, terletak di pulau Jawa bagian tengah, berdiri gagah di 4 kabupaten sekaligus. Yaitu kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali dan kabupaten Sleman. Sejak tahun 2004, gunung Merapi masuk dalam kawasan TNGM, Taman Nasional Gunung Merapi.

Sejak tanggal 3 Agustus 2011, gunung ini dinyatakan berstatus waspada dan sewaktu-waktu bisa meningkat secara tiba-tiba. Saat kamu menjamahinya, selalulah bersikap waspada. Kenapa gunung Merapi masuk dalam tulisan ini?, sebab, menurut catatan modern, sejak tahun 1548, gunung ini sudah pernah meletus sebanyak 68 kali, meletus pada 2 sampai 5 tahun sekali.

2. Gunung Sinabung

Memiliki ketinggian 2.451 mdpl, terletak di kabupaten Karo, Sumatra Utara. Gunung ini adalah gunung tertinggi urutan ke-2 di provinsi Sumut. Berada di dekat gunung Sibayak, menjadikan kedua gunung ini adalah dua gunung berapi yang berdampingan. Tapi gunung Sibayak tidak seaktif gunung Sinabung.

Dalam catatan sejarah, sejak tahun 1600 M, gunung Sinabung tidak pernah aktif lagi. Namun pada tahun 2010, gunung ini memperlihatkan keangkuhannya, dia aktif kembali dan meletus di tahun 2010. Kemudian terjadi lagi di tahun 2013 dan terakhir, gunung Sinabung meletus di tahun 2016. Sampai saat ini, gunung Sinabung berstatus waspada.

3. Gunung Kelud

Puncak tertinggi berada pada ketinggian 1.731 mdpl, terletak di perbatasan 3 kabupaten. Yaitu, kabupaten Malang, Blitar dan kabupaten Kediri, Jawa Timur. Hal ini mengakibatkan terjadinya persengketaan antara kabupaten Kediri dan kabupaten Blitar. Mereka sama-sama mengklaim bahwa gunung Kelud termasuk dalam wilayah mereka.

Banyak orang yang salah saat menulis Kelud, mereka menuliskannya dengan Kelut, mungkin hal ini disebabkan karena saat Belanda menguasai Indonesia, para menir itu memanggil Kelud dengan sebutan Klut.

Gunung Kelud adalah salah satu gunung berapi paling aktif di bumi pertiwi. Tercatat, sejak tahun 1000 M, gunung ini sudah meletus sebanyak 30 kali. Letusan paling mematikan adalah letusan yang terjadi pada tahun 1919 yang mengorbankan 5.160 jiwa. Pada tahun 2014 adalah letusannya yang terakhir. Sampai saat ini, gunung Kelud dalam status waspada.

4. Gunung Bromo

Nama Bromo sendiri diambil dari seorang Dewa dalam agama Hindu, yaitu dewa Brahma. Memiliki ketinggian 2.329 mdpl dan terletak di 4 kabupaten sekaligus. Yakni, kabupaten Pasuruan, Lumajang, Malang dan kabupaten Probolinggo. Gunung Bromo masuk dalam kawasan TNBTS, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Tercatat, selama abad 20 dan abad 21, gunung Bromo sudah meletus sebanyak 68 kali, dengan kalkulasi setiap 30 tahun sekali. Letusan paling dahsyat terjadi pada tahun 1974 dan tahun 2015 adalah letusannya yang terakhir. Sampai saat ini, gunung Bromo ditetapkan berstatus siaga.

5. Gunung Kerinci

Gunung Kerinci, dikenal juga sebagai gunung Gadang. Terletak di perbatasan antara provinsi Jambi dan Sumatra Barat. Ketinggiannya mencapai 3.805 mdpl, menjadikan gunung Kerinci sebagai gunung berapi tertinggi di Indonesia, gunung tertinggi di Sumatra dan gunung tertinggi di Indonesia yang terletak di luar Papua. Gunung ini masuk dalam kawasan TNKS, Taman Nasional Kerinci Seblat, merupakan habitat asli Badak Sumatra dan Harimau Sumatra.

Gunung Kerinci adalah gunung berapi yang termasuk dalam kategori tipe A, yaitu gunung yang pernah meletus, setidaknya satu kali, sejak pencatatan pada tahun 1600 M, tahun 2009 adalah tahun dimana gunung Kerinci mengalami letusan yang terakhir kalinya sampai sekarang. Hingga saat ini, gunung Kerinci berstatus waspada.

6. Gunung Egon

Ketinggiannya mencapai 1.703 mdpl, terletak di wilayah timur dari ibu kota kabupaten Sikka, pulau Flores, NTT. Gunung ini adalah tujuan para pendaki gunung saat mereka berkunjung ke pulau Flores, menyuguhkan pengalaman petualangan yang tidak akan dilupakan oleh orang-orang yang pernah menjamahinya.

Setelah 75 tahun istirahat, tahun 2006, gunung ini memperlihatkan tanda-tanda aktif kembali dan statusnya meningkat jadi siaga. 2008 adalah letusan terakhirnya dan pada tahun 1925 adalah letusannya yang paling dahsyat. Kita bisa melihat kedahsyatan letusan gunung Egon pada masa lampau lewat kawahnya yang besar dan menganga. Membuat takjub, saat kamu menyaksikannya.

7. Gunung Karangetang

Terletak di kabupaten Siau Tagulandang Biaro, ketinggiannya mencapai 1.827 mdpl. Salah satu hal unik dari gunung Karangetang adalah fakta bahwa gunung ini pernah dibaptis oleh pendeta yang bernama Yohanis. Gunung Karangetang adalah satu-satunya gunung di dunia yang pernah dibaptis.

Pada tahun 1675, gunung Karangetang mengalami letusan, dan letusan pada tahun itu disebut-sebut sebagai letusan paling dahsyat gunung Karangetang. Mengeluarkan lava dan mengalirkannya ke rumah-rumah penduduk, sangat mengerikan. Tercatat, sejak tahun 1675, gunung ini mengalami erupsi sebanyak 41 kali. Terakhir meletus pada tahun 2010 dan 2011. Saat ini, gunung Karangetang berstatus siaga.

8. Gunung Awu

Dengan ketinggian 1.320 mdpl. Gunung Awu terletak di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Indonesia. Gunung ini pernah meletus dengan skala dahsyat pada tahun 1711, 1812, 1856, 1892 dan 1966, menyebabkan korban sebanyak 8000 jiwa, 7777 rumah hancur dan menenggelamkan sebagian daratan pulau Sangihe, menyisakan pulau-pulau kecil yang tersebar di antara pulau Nusa hingga pulau Marore.

9. Gunung Lokon

Ketinggiannya mencapai 1.580 mdpl, berdiri gagah di Sulawesi Utara. Gunung Lokon termasuk dalam jajaran gunung-gunung berapi paling aktif di Indonesia. Sejarah modern mencatat bahwa gunung Lokon pernah meletus pada tahun 1951, 1991, 2001 dan terakhir pada tahun 2011.

Letusan paling dahsyat gunung Lokon adalah letusan yang terjadi pada tahun 1991. Kedahsyatan itu digambarkan oleh fakta yang mengatakan bahwa letusan itu mengakibatkan kerugian material sebesar Rp. 1 miliar. Ribuan warga desa Kinilow, Kakaskasen I, Kakaskasen II dan desa Tinoor harus dievakuasi secara besar-besaran.

Sebab, ribuan atap rumah penduduk desa-desa tersebut telah hancur diterjang jatuhan batu dan debu setebal 20 cm. Sejak bencana tersebut, ada seorang turis asal Swis bernama Vivian Clavel yang tidak pernah ditemukan sampai sekarang.

Baca juga: 8 jalur pendakian paling ekstrim di Indonesia

10. Gunung Soputan

Terletak di Sulawesi Utara, gunung Soputan memiliki ketinggian mencapai 1.784 mdpl. Catatan menunjukan, sejak tahun 1785, gunung ini sudah meletus sebanyak 40 kali. Dalam beberapa waktu, letusan tersebut hampir satu tahun sekali. Letusan terakhir, terjadi pada tahun 2012. Sejak tahun 2016, gunung Soputan berstatus siaga.

Demikian adalah 10 gunung berapi di Indonesia yang paling aktif. Sebelum melakukan pendakian di 10 gunung tersebut, selalulah mengecek statusnya, hal ini untuk menjaga keselamatanmu. Terimakasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "10 Gunung Berapi di Inonesia yang Paling Aktif"

Post a Comment