Daftar 16 Gunung Tertinggi di Jawa Tengah. Mana Gunung Favoritmu?

daftar gunung tertinggi di jawa timur

Indonesia, membentang luas, dari Sabang sampai Meroke, melewati pantai-pantai yang indah, gunung-gunung yang menjulang, hutan-hutan yang rimbun. Penuh dengan pesona, keindahan alam yang tiada habisnya, menjadi sasaran empuk bagi para petualang dunia. Takdir yang membuat kita dilahirkan di tanah pertiwi adalah takdir yang sangat patut disukuri.

Dalam artikel yang sedang kamu baca sekarang, kita akan mengarahkan perhatian ke Jawa Timur, sebuah provinsi yang populer di kalangan para pendaki Indonesia, karena gunung-gunung yang terletak di sana sangat indah dan penuh pesona. Mulai dari gunung yang ramah, cocok untuk pendaki pemula, hingga gunung yang masuk dalam jajaran gunung Berapi berbahaya. Lengkap, semuanya ada di atas bentangan tanah Jawa Tengah.

Sebelum mengetahui gunung-gunung tertinggi di Jawa Tengah, alangkah baiknya apabila kita mengetahui informasi tentang provinsi Jawa Tengah terlebih dahulu. Informasinya sudah saya siapkan di bawah ini.

Jawa Tengah adalah satu provinsi dari 6 provinsi di pulau Jawa, yakni Banten, DKI, DIY, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Terletak di bagian tengah pulau Jawa, memiliki luas 28,94 % dari keseluruhan luas pulau Jawa, tepatnya memiliki luas 34.548 km. Bentangan alam yang terhampar di provinsi ini tidak kalah indah dari provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia. Bila kamu berkunjung ke sini untuk menikmati keindahan alam, maka kamu tidak akan menemukan penyesalan.

Demikian adalah informasi singkat tentang provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya, sesuai janji, saya akan memberikan informasi tentang;


16 Daftar Gunung Tertinggi di Jawa Tengah

1. Gunung Slamet, Ketinggian 3.428 mdpl

Terletak di 5 kabupaten, yaitu kabupaten Purbalingga, Tegal, Pemalang, Banyumas dan Brebes. Gunung ini menempati urutan pertama dalam jajaran gunung-gunung tertinggi di Jawa Tengah dan di posisi ke-dua, setelah Semeru, dalam jajaran gunung-gunung tertinggi di pulau Jawa. Puncak tertinggi di gunung Slamet berada pada ketinggian 3.428 mdpl.

Meskipun medannya tidak mudah untuk diterjang, namun predikat yang disandangnya sebagai atap Jawa Tengah, membuat para pendaki berbondong-bondong menjamahi keindahan alamnya yang sangat memukau. Terlebih ada slogan yang cukup terkenal di kalangan pendaki, yakni 'puncak Slamet tak pernah ingkar janji'.

Untuk menuju puncak Slamet, ada tiga jalur yang bisa kamu pilih. Yakni jalur Baturaden di arah selatan, Kaliwadas di sebelah barat dan jalur Bambangan di sebelah timur. Saat memilih jalur mana yang akan kamu lalui, mungkin fakta yang mengatakan bahwa jalur Bambangan adalah jalur paling pendek diantara ketiganya bisa menjadi bahan pertimbanganmu.

2. Gunung Sumbing, Ketinggian 3.371 mdpl

Terletak di 3 kabupaten, yaitu kabupaten Wonosobo, Magelang dan kabupaten Temanggung. Ketinggian puncaknya yang mencapai 3.371 mdpl, menjadikan gunung Sumbing berada pada urutan ke-2 dalam pembahasan kita kali ini.

Gunung Sumbing merupakan satu di antara gunung kembar bersama Sindoro, bahkan, banyak pendaki gunung yang menjadikan 2 gunung ini, Sindoro dan Sumbing, sebagai satu paket dalam sebuah pendakian, setelah mendaki Sumbing, mereka langsung melanjutkannya dengan pendakian gunung Sindoro. Hal ini sebagaimana dengan gunung-gunung kembar lainnya, seperti gunung Merbabu dan Merapi atau gunung Gede dan gunung Pangrango di Jawa Barat. 

Bila kita memperhatikan jarak di anatara Sumbing dan Sindoro dari arah Temanggung. Maka kita akan melihat bahwa di sana terdapat sebuah jalan utama yang menghubungkan kota Wonosobo dan kota Temanggung. Oleh masyarakat sekitar, jalan ini sering disebut dengan nama 'Kledung Pass'.

3. Gunung Lawu, Ketinggian 3.265 mdpl

Kenapa saya memasukan gunung Lawu?, karena tidak bisa dipungkiri bahwa gunung ini terletak di perbatasan provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tepatnya, bagian barat gunung Lawu berada di kabupaten Karang Anyar.

Gunung Lawu adalah gunung aktif yang sedang beristirahat. Sekarang tidak aktif, tapi kapanpun gunung ini bisa aktif kembali. Terakhir kali meletus yaitu pada tanggal 28 November 1885.

Memiliki 3 puncak. Yaitu, Hargo Dumiling, Hargo Dalem dan Hargo Dumilah. Mempunyai 4 jalur pendakian. Yaitu, Cemoro Sewu, Srambangan, Cemoro Kandang dan Candi Cheto.

Baca juga: pendakian gunung Lawu via Cemoro Sewu

4. Gunung Sindoro, Ketinggian 3.150 mdpl

Gunung Sindoro, banyak juga orang-orang menyebutnya dengan sebutan 'gunung Sindara' atau 'gunung Sundoro'. Merupakan gunung berstatus aktif, di sepanjang bentangan gunung Sindoro, kamu bisa menemukan beberapa kawah yang disertai jurang. Kawah terbesar di sana adalah kawah Kembang, merupakan tumpukan lava dan berada di puncak gunung Sindoro.

Sepanjang sejarah, gunung Sindoro pernah meletus beberapa kali dengan status letusan kecil dan sedang (letusan sedang bisa juga disebut letusan Freatik). Sementara hutan yang terdapat di sepanjang track gunung ini masuk dalam jenis hutan Dipterokarp Atas, hutan Dipterokarp Bukit, hutan Montane dan hutan gunung.

5. Gunung Merbabu, Ketinggian 3.142 mdpl

Gunung Merbabu memiliki dua puncak, yakni puncak Syarif yang berada pada ketinggian 3.119 mdpl dan puncak Kenteng Songo, puncak tertinggi yang berada pada ketinggian 3.142 mdpl. Arti dari nama 'Merbabu' sendiri diusung dari dua kata, yakni 'meru' yang berarti gunung dan kata 'babu' yang berarti perempuan. Kalau digabungkan, nama 'Merbabu' memiliki artian gunung perempuan. Cantik dan menawan.

Gunung Merbabu adalah gunung yang dikenal sebagai gunung tidur, gunung yang dulu aktif dan sekarang sedang istirahat. Sebab, di gunung ini, kita bisa menemukan setidaknya 5 buah kawah, yaitu kawah Kombang, Rebab, Kendang, Sambernyowo dan kawah Condrodimuko.

Saat kamu hendak mendaki gunung Merbabu, ada 4 jalur yang bisa kamu pilih. Yaitu, Selo, Kopeng, Wekas dan Suwanting.

Saat kamu berdiri di puncak Merbabu dan cuaca di sana sedang cerah, maka pemandangan mengagumkan berupa jajaran gunung bisa kamu saksikan. Mulai dari gunung Gunung Merapi, Ungaran hingga gunung Telomoyo.

6. Gunung Merapi, Ketinggian 2.968 mdpl

Gunung Merapi adalah gunung paling aktif di Indonesia dan memiliki predikat berbahaya, catatan menunjukan bahwa pada dua sampai lima tahun sekali, gunung ini mengalami erupsi. Sejak tahun 1548, gunung Merapi sudah meletus sebanyak 68 kali. Bisa dikalkulasikan bahwa gunung ini meletus, kurang lebih, setiap tujuh tahun sekali.

Memiliki ketinggian 2.968 mdpl, gunung ini terletak di 4 kabupaten, yaitu, kabupaten Sleman, Klaten, Magelang dan kabupaten Boyolali. Masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.

Baca juga: 10 gunung tertinggi di dunia

7. Gunung Prau, Ketinggian 2.590 mdpl

Banyak pendaki yang salah dalam menuliskan ketinggian gunung Prau, mereka beranggapan bahwa gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 mdpl, tapi sebetulnya ketinggian gunung Prau sendiri adalah 2.590 mdpl. Sedangkan 2.565 mdpl adalah ketinggian camping ground yang tersedia di gunung Prau.

Selain itu, banyak juga yang masih mengira bahwa gunung Prau adalah gunung Tangkuban Perahu yang terletak di Jawa Barat. Mungkin hal ini disebabkan karena nama 'Prau' sendiri diambil dari kata 'Perahu'.

Bentuknya yang memanjang, gunung Prau berada di 5 kabupaten sekaligus. Yaitu, Kapupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Temanggung. Dan memiliki 5 jalur pendakian. Yakni;

  • Jalur Pranten, kabupaten Batang
  • Jalur Patak, kabupaten Wonosobo
  • Jalur Dieng, kabupaten Wonosobo
  • Jalur Kenjuran, kabupaten Kendal
  • Jalur Wates, kabupaten Temanggung

8. Gunung Rogojembangan, Ketinggian 2.117 mdpl

Gunung Rogojembangan adalah gunung yang berdiri gagah di perbatasan antara 2 kabupaten, yaitu kabupaten Banjarnegara dan Pekalongan. Jalur pendakian yang bisa kamu pilih ada dua. Yakni, bisa melalui kecamatan wanayasa Kabupaten Banjarnegara dan Kecamatan Petungkriono Kabupaten Pekalongan.

Puncak gunung Rogojembangan tidak terlalu luas, mungkin seluas lapang futsal. Berupa tanah datar tanpa ada pepohonan. Konon, dahulu di puncak ini terdapat sebuah sumur, namun sekarang sumur itu kering, tidak terdapat air.

9. Gunung Ungaran

Nama: Ungaran
Ketinggian: 2.050 mdpl
Letak: Kab. Semarang
Jalur Pendakian: Gedong songo Semarang, Jimbaran/sidomukti dan Medini/Promasan

10. Gunung Telomoyo

Nama: Telomoyo
Ketinggian: 1.894 mdpl
Letak: Kab. Semarang dan Megelang
Jalur Pendakian: Desa Pandean, Ngablak, Magelang

11. Gunung Muria

Nama: Muria
Ketinggian: 1. 602 mdpl
Letak: Kab. Jepara
Jalur Pendakian: SEMLIRO Kudus

Baca juga: 10 gunung tertinggi di Indonesia

12. Gunung Rahtawu

Nama: Rahtawu
Ketinggian: 1.522 mdpl
Letak: Kab. Jepara
Jalur Pendakian: Rahwatu, Kudus

13. Gunung Simembut

Nama: Simembut
Ketinggian: 1.308 mdpl
Letak: Kab. Purbalingga
Jalur Pendakian: Kabupaten Purbolinggo dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah

14. Gunung Joho

Nama: Joho
Ketinggian: 1.303 mdpl
Letak: Kab. Purbalingga
Jalur Pendakian: Purbalingga

15. Gunung Kumbang

Nama: Kumbang
Ketinggian: 1.216 mdpl
Letak: Kab. Brebes
Jalur Pendakian: Cisere dusun Salagading Brebes

16. Gunung Kadaka

Nama: Kadaka
Ketinggian: 1.078 mdpl
Letak: Kab. Brebes
Jalur Pendakian: Kab. Brebes

Baca juga: 9 gunung tertinggi di Jawa Barat

Sahabat pendaki, demikian adalah informasi daftar 16 gunung tertinggi di Jawa Tengah yang bisa saya sampaikan. Semoga bisa menjadi referensi dalam pendakianmu berikutnya. Ngomong-ngomong, gunung mana dulu nih yang akan kamu jamahi?.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Daftar 16 Gunung Tertinggi di Jawa Tengah. Mana Gunung Favoritmu?"

Post a Comment