7 Tips Mengurangi Resiko Sambaran Petir di Atas Gunung

tips menghindari sambaran petir di atas gunung

Saat melakukan pendakian, tersambar petir adalah salah satu resiko dari banyaknya resiko mendaki yang harus kita waspadai. Apalagi saat musim panca roba, pergantian musim, maka resiko tersambar petir di atas gunung akan semakin meningkat.

Lebih baik bersabar, mendakilah saat cuaca sedang ramah. Jangan memaksakan!.

Mungkin kamu berpendapat seperti itu. Tapi anehnya, gunung-gunung tidak pernah sepi meskipun cuaca sedang buruk dan tidak menentu. Apakah mereka tidak kuat menahan rasa rindu kepada ketinggian, atau sengaja untuk mengetahui sampai dimana kemampuan mereka dalam memprediksi bahaya saat mendaki gunung?. Entahlah, semoga ini bukan perwujudan dari sikap nekad para pendaki.

Kembali lagi pada pembicaraan kita tentang sambaran petir di atas gunung. Seberapa berbahayakah?, sangat berbahaya, nyawa menjadi jaminannya. Berikut adalah sebarisan kabar duka tentang para pendaki gunung yang terkena sambaran petir;

Minggu, tanggal 23 April 2017, di gunung Prau. 11 orang terkena sambaran petir, 3 orang meninggal dunia dan 2 orang dikabarkan mengalami luka bakar.

Desember 2016, di gunung Slamet, tepatnya di pos 7 jalur Bambangan. Dua pendaki asal Tegal terkena sambaran petir.

13 Desember 2016, di gunung Arjuno. Tiga pendaki gunung mengalami hal yang sama, satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.

Maret 2017, di bukit Besak. 7 pendaki diserang oleh petir, 3 orang harus mati muda dan 4 orang mengalami luka bakar serius.

Saya kira kabar-kabar buruk itu harus menjadi peringatan untuk pendaki lainnya, lebih berhati-hati saat mendaki dan mengasah kemampuan untuk memperkecil resiko dalam setiap pendakian.

Oleh karena itu, dalam artikel yang sedang kamu baca sekarang, saya tidak akan menulis tentang bagaimana petir bisa terjadi, karena hal itu sudah ditulis oleh banyak orang. Tapi, lebih pada bagaimana cara mengurangi resiko tersambar petir di atas gunung. Berikut di bawah ini;

7 Tips Mengurangi Resiko sambaran Petir di Atas Gunung

1. Jangan Berlindung di Bawah Pohon

Sifat petir adalah menyambar apapun benda atau objek-objek tertinggi, termasuk pohon. Saat petir menyambar, maka pohon akan mengalirkan aliran listrik ke tanah. Hal ini bisa membahayakan kepada orang-orang yang sedang berada di sekitar area pohon tersebut.

2. Hindari Berdiam di Area Terbuka dan Datar

Jangan berpikir untuk lari ke area terbuka dan datar, itu tadi, petir akan menyambar apapun objek yang paling tinggi. Apabila kamu berada di padang rumput luas atau puncak gunung. Maka otomatis, kamu menjadi objek yang paling tinggi. Tempat paling aman adalah di celah-celah tebing atau tempat yang menyerupainya.

Baca juga: 7 tips mendaki di musim hujan

3. Matikan Alat Komunikasi

Matikanlah peralatan elektronik yang bisa menerima dan memancarkan gelombang radiasi elektromagnetik. Semacam handphone, GPS, radio atau HT. Gelombang pada peralatan-peralatan tersebut mampu memancing sambaran petir. Bila kamu sedang berhadapan dengan situasi yang mengharuskanmu bernavigasi, maka gunakanlah kompas manual atau orienteering.

4. Hindari Peralatan yang Berbahan Logam atau Metal

Peralatan mendaki gunung yang berbahan logam, seperti nesting dll, bisa mengakibatkan bahaya karena barang-barang berbahan logam bisa menjadi penghantar listrik dan menangkap kilat.

5. Buatlah Jarak di Antara Anggota Pendakian

Bila kebetulan kamu sedang mendaki bersama rombongan, buatlah jarak di antara kalian, jangan terlalu berdekatan apalagi sambil pegangan tangan, sesama jenis lagi. Hal ini dimaksudkan agar, apabila ada salah satu teman pendakian yang terkena sambaran petir, anggota lainnya tidak ikut terkena aliran listriknya dan bisa segera melakukan pertolongan pertama.

6. Sebisa Mungkin, Jangan Bersentuhan Langsung dengan Tanah

Tanah bisa menjadi penghantar aliran listrik dari petir. Oleh karenanya, alasilah tubuhmu dengan benda-benda anti konduktor. Semisal matras, carrier atau sleeping bag.

7. Ketahuilah Posisi Terbaik

Bila kamu harus mengalami terperangkap oleh petir, maka posisi tubuh terbaik adalah berjongkok sambil merapatkan kedua kaki. Menutupi kedua telinga, dan sikut harus bersentuhan dengan lutut. Kemudian kepala merendah serendah-rendahnya tanpa menyentuh tanah.

Saat posisi tubuhmu seperti ini, aliran listrik petir tidak akan langsung mengenai anggota tubuh yang vital, seperti perut, dada atau wajah.

Demikian adalah 7 tips mengurangi resiko sambaran petir di atas gunung yang bisa saya sampaikan. Dengan banyaknya pendaki yang mengetahuinya, semoga kabar buruk itu tak lagi terdengar dan kamu selalu selamat dalam setiap pendakian.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 Tips Mengurangi Resiko Sambaran Petir di Atas Gunung"

Post a Comment