Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan 3.428 MDPL

via bambangan

Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah dan menempati urutan ke-2 dalam jajaran gunung tertinggi di pulau Jawa setelah gunung Semeru. Puncaknya mencapai ketinggian 3.428 mdpl. Tidak heran, gunung ini menjadi buruan di kalangan pendaki.

Slamet berada di 5 kabupaten sekaligus, yaitu Kab. Banyumas, Brebes, Tegal, Pemalang dan Kab. Purbalingga, Jawa Tengah. Merupakan gunung berapi aktif. Terakhir-kali meningkat, aktifitasnya, pada bulan Mei 2009 dan pada tahun 2014, gunung ini sempat berstatus waspada.

Baca juga: 4 tingkatan status gunung berapi di Indonesia

Meskipun tergolong gunung berapi yang sering beraktifitas, namun gunung ini tidak pernah sepi dari kunjungan para perindu ketinggian. Sebab, selain pemegang gelar 'atap Jawa Tengah', pemandangan alam di gunung Slamet pun sangat indah nan asri, berbeda dengan gunung-gunung lain yang berada di Jawa Tengah, hutan Slamet rimbun dan sangat ramah kepada paru-paru.

Nah, dalam tulisan kali ini, saya akan memberikan informasi tentang jalur pendakian gunung Slamet. Setidaknya, ada 5 jalur yang tersedia, antara lain adalah.

  1. Jalur Bambangan
  2. Jalur Baturaden
  3. Jalur Kali Wadas
  4. Jalur Guci,
  5. Dan jalur Dipajaya Pemalang

Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan

Mengingat jalurnya yang tidak terlalu terjal dan paling digemari oleh pendaki gunung Slamet. Dalam artikel yang sedang kamu baca saat ini, kita akan membahas pendakian gunung Slamet, khusus lewat jalur Bambangan.

Informasi Transportasi Menuju Basecamp Bambangan

Bila kamu dari arah Purwokerto, naiklah bus dari terminal Purwokerto menuju terminal Bobot Sari, kemudian dilanjutkan dengan naik angkutan desa jurusan Pratin, sekitar 35 menit, kamu sudah sampai di basecamp Bambangan.

Jika dari arah Pantura, naiklah bus jurusan Purwokerto, kemudian turun di perbatasan desa Karangreja. Dilanjutkan dengan naik angkutan desa warna biru menuju basecamp Bambangan.

Dari Jakarta, usahakan untuk menggunakan bus jurusan Bobotsari agar tidak perlu repot transit di terminal Purwokerto. Turunlah di Serayu dan lanjutkan perjalanan dengan naik angkot menuju desa Bambangan. Bila naik kereta, turunlah di stasiun Pemalang atau Purwokerto, lanjut naik angkot menuju basecamp Bambangan.

Catatan: Usahakanlah untuk sampai di terminal Purwokerto sebelum maghrib. Sebab, setelah lewat magrib, angkutan umum akan sangat langka.

Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan

Setelah sampai di basecamp Bambangan, kamu dan rombongan diwajibkan untuk mendaftarkan diri, dan menyerahkan satu KTP untuk perwakilan rombongan. Serta melengkapi administrasi. 5 ribu per orang dan uang parkir 10 ribu per motor.

Di basecamp, kamu bisa menemukan beberapa warung yang menjual beragam makanan, ringan dan berat, dan aneka souvenir, seperti perlatan mendaki, gantungan, kaos, emblem dan sticker. Periksalah kembali perbekalan logistikmu, bila ada yang masih kurang, kamu bisa melengkapinya di sini.

Basecamp Bambangan termasuk basecamp yang sangat nyaman dan memanjakan. Selain warung, di sana pun tersedia beberapa tempat penginapan, berupa saung milik warga yang membuka warung. Gratis!. Kamu bisa tidur atau sekedar beristirahat.

Basecamp Bambangan - Pos 1 (Gardu Pandandang)

Memulai perjalanan diawali dengan melewati Gerbang Pendakian Gunung Slamet yang fenomenal di kalangan para pendaki. Selepasnya, pemandangan asri berupa ladang milik penduduk sekitar, jalanan cendrung sangat terbuka, sehingga bila berjalan di siang hari, sengatan matahari siap menyapa tubuhmu.

Perjalanan menuju pos 1, kurang lebih, memakan waktu 3 jam. Cukup lama. Usahakan memulai perjalanan sepagi mungkin, agar kamu terhindar dari sengatan matahari.

Pos 1 - Pos 2 (Pondok Walang)

Sesampainya di pos 1, kamu akan melihat sebuah bangunan terbuka nan luas, bisa digunakan untuk sekedar beristirahat dan kopi-kopi. Pemandangan di sana pun bisa mengobati hati yang lara, berupa bentangan ladang yang luas dan bukut-bukit hijau.

Selepas dari pos 1, perjalanan mulai memasuki hutan hujan tropis yang cukup rimbun, membuat udara seketika berubah menjadi segar, sinar matahari mengintip dari celah-celah kerimbunan hutan. Meskipun tidak terlalu terjal, jalanan cendrung licin karena udara hutan yang lembab, apalagi saat musim penghujan. Harus ekstra hati-hati dengan peralatan yang safety. Perjalanan menuju pos 2, rata-rata menghabiskan waku 2 jam.

Pos 2 - Pos 3

Pos 2 merupakan area tanah datar yang cukup luas dengan udara yang sejuk. Sangat pas untuk dijadikan peristirahatan sementara, sekedar menarik nafas sambil menikmati pemandangan dan udara di tengah hutan. Di sini pun terlihat beberapa warung yang menjajalkan makanan ringan, seperti aneka gorengan.

Lanjutkan perjalanan menuju pos 3, jalanan semakin menanjak, licin dan sempit. Track didominasi oleh cerukan kecil, tempat mengalirnya air hujan. Pemandangan berupa hutan yang semakin rimbun, semakin alami, semakin mampu menghadirkan kekaguman kepada sang pencipta.

Perjalanan ini memakan waktu, kurang lebih, 70 menit.

Pos 3 - Pos 4 (Samarantu)

Berada pos 3, kita berada di sebuah area yang tidak cukup luas, mungkin cukup untuk menampung 4 hingga 5 tenda dan tidak ditemukan selter. Pemandangan masih berupa barisan pepohonan yang tidak terlalu tinggi.

Track menuju pos 4 masih berupa cerukan, namun di sini tidak terlalu lembab, sehingga membuat jalanan cukup kering. Kecuali saat hujan, tau sendiri lah. Terkadang, akar-akar pohon datang membantu untuk melewati tanjakan demi tanjakan. Pemandangan berupa hutan dan di sepanjang pinggiran track, terdapat tumbuhan liar. Waktu perjalanan, sekitar 1 jam.

Baca juga: 7 tips mendaki di musim hujan

Pos 4 - Pos 5

Meskipun areanya cuku luas, namun pos 4 merupakan tempat paling dijauhi untuk mendirikan tenda. Tau kenapa?, pos 4 atau pos Samaranatu ini cukup dikenal dengan kisah mistisnya yang telah saya ceritakan dalam tulisan yang berjudul 9 misteri gunung Slamet.

Menuju pos 5, track tidak terlalu terjal dan cukup dekat. Mungkin inilah yang dinamakan bonus, berjalan santai dalam rimbunnya hutan adalah sesuatu yang manis untuk dikenang. Waktu tempuh, sekitar 45 menit.

Pos 5 - Pos 6

Pos 5 adalah tempat paling ideal untuk mendirikan tenda, masak dan tidur. Selain areanya yang cukup luas, di sini pun kamu dapat menemukan sumber air berupa sungai dan warung yang menjual nasi bungkus, gorengan, kopi dll.

Jalanan menuju pos 6, masih berupa, bisa dibilang, bonus. Pemandangan hijau masih menghibur mata. Waktu yang dibutuhkan, kurang lebih, 30 menit.

Pos 6 - Pos 7

Berada di pos 6, kamu akan melihat area tanah datar yang sempit, jarang sekali pendaki yang mendirikan tenda di sini. Kalau dipakai tempat istirahat, mungkin masih oke.

Menju pos 7, jalanan masih landai dan dekat, hanya 20 menitan.

Pos 7 - Pos 8

Di pos 7 pemandangan mulai terbuka, pohon-pohon tinggi sudah jarang ditemukan. Di sini pun terdapat selter pendakian. Area tanah tidak terlalu luas dan bau belerang dari kawah Segoro Wedhi sudah mulai menusuk hidung, namun tidak jarang juga ada pendaki yang mendirikan tenda di sini, mengingat puncak berada tidak jauh.

Perjalanan dari pos 7 ke pos 8 sangat dekat, hanya berjarak dengan waktu tempuh 15 menit. Track berupa tanah yang padat, pemandangan sangat terbuka, terkesan gersang, di pinggiran track, kita bisa menemukan bunga-bunga Edelweis yang tumbuh di antara semak-semak belukar.

Pos 8 - Pos 9 (Plawangan)

Pos 8 adalah area tanah yang sangat terbuka, bila hendak mendirikan tenda di sini, pertimbangkanlah kembalili, rawan terkena hembusan angin gunung, kedatangan hewan dan sambaran petir.

Perjalanan menuju pos 9 membutuhkan waktu, rata-rata 30 menit, masih dihiasi dengan pemandangan bunga Edelweis di pinggiran track. Pemandangan terbuka, hijau dan mengagumkan. Track menuju puncak sudah dapat terlihat.

Pos 9 - Puncak

Pos 9 merupakan batas vegetasi antara tanah dan bebatuan merah. Menuju puncak, kamu harus berhadapan dengan track batu merah cadas dengan tingkat kemiringan yang cukup tinggi. Terjal, mulai menguji tekad dan mental, berhati-hatilah saat memilih pijakan.

Meskipun tidak terlalu jauh. Namun, mengingat tracknya yang sangat kejam, perjalanan menuju puncak jadi terasa lama, membutuhkan waktu 1 sampai 2 jam, tergantung kelincahan dan staminamu.

Puncak Gunung Slamet

Sesampainya di puncak, pemandangan indah sudah siap mengobati kelelahanmu, berupa pemandangan alam yang membentang luas, samudra awan dan langit biru yang menawan. Kamu bisa sedikit tersenyum bangga karena puncak dengan ketinggian 3.428 mdpl ini, merupakan atap Jawa Tengah, tanah tertinggi di provinsi tersebut dan ke-2 di pulau Jawa.

Kawah Segoro Wedhi

Untuk menikmati pemandangan indah kawah Segoro Wedhi, kamu harus berjalan turun ke arah berkebalikan dengan arah kedatanganmu tadi.

Pemandangan kawah tidak kalah megahnya dengan puncak, kamu bisa melihat kawah besar yang mengepulkan asap belerang dengan latar belakang gunung Ciremai di kejauhan. Ciamik dan kece banget!.

Estimasi Waktu Pendakian Gunung Slamet

Basecamp - Pos 1 : 3 jam
Pos 1 - pos 2 : 2 jam
Pos 2 - pos 3 : 70 menit
Pos 3  -pos 4 : 1 jam
Pos 4 - pos 5 : 45 menit
Pos 5 - pos 6 : 30 menit
Pos 6 - pos 7 : 20 menit
Pos 7 - pos 8 : 15 menit
pos 8 - pos 9 : 30 menit
Pos 9 - puncak : 1 jam

Baca juga : Jalur pendakian gunung Arjuno via Tretes

Demikian adalah ulasan tentang jalur pendakian gunung Slamet via Bambangan, lengkap dengan informasi transportasi menuju basecamp, estimasi waktu dan review track. Semoga bermanfaat dan jaga kelestarian.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan 3.428 MDPL"

Post a Comment