5 Misteri Gunung Dieng, Tempat Indah nan Berbahaya

misteri gunung dieng

Gunung Dieng atau biasa kita sebut dengan dataran tinggi Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif. Lokasinya berada di dua kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kab. Banjarnegara dan Kab. Wonosobo, sebelah barat dari komplek gunung Sindoro dan Sumbing.

Dengan ketinggiannya yang mencapai 2.000 mdpl, Dieng menempati urutan ke-2 dalam jajaran dataran tertinggi di dunia, setelah Nepal yang menempati urutan pertama. Karena keindahan alamnya yang amat luar biasa, gunung Dieng merupakan salah satu wisata alam yang digemari oleh para wisatawan, baik dari kalangan pendaki gunung atau lainnya.

Namun, dalam tulisan yang sedang kamu baca saat ini, saya tidak akan mengulas tentang keindahan alam atau jalur pendakian gunung Dieng. Melainkan, kita akan membahas beberapa misteri yang tersembunyi di balik panorama indah di alam DIeng. Bersedia?, mari kita mulai!.

5 Misteri Gunung Dieng

1. Asal Muasal Penamaan Gunung Dieng

Dalam bahasa Kawi, Dieng sendiri merupakan gabungan dari dua kata, yaitu 'Di' yang memiliki arti gunung dan 'Hyang' yang memiliki arti dewa. Bila digabungkan secara bahasa, maka Dieng memiliki arti 'gunung tempat para dewa'. Namun bila ditilik dari bahasa Sunda, maka Dieng diartikan sebagai tanah para dewa.

2. Sejarah Gunung Dieng di Masa Lampau

Meski bukti lengkap, baik tertulis atau peninggalan yang dapat menyingkap semua misteri gunung Dieng belum dapat ditemukan. Namun, setidaknya kita bisa berimajinasi tentang masa lampau, tentang peranan penting yang dipegang Dieng dalam perkembangan sejarah negara Indonesia.

Banyak di kalangan para arkeolog dan ahli sejarah berpendapat bahwa dataran tinggi Dieng sudah dijelajahi manusia sejak 2.000 tahun yang lalu, bahkan sebelum masehi. Pendapat ini disangkut-pautkan dengan aktifitas migrasi besar-besaran orang India (suku Keling) ke tanah Jawa. Aktifitas migrasi tersebut pun merupakan simbol sebuah mitos yang mengisahkan pemindahan istana para dewa, dari Jambudwipa (Himalaya) ke dataran Dieng.

Kisah migrasi itu pula yang mengangkat nama Dieng sebagai tempat bersemayamnya para dewa.

Baca juga;

sejarah gunung Cikuray, Garut
9 gunung tertinggi di Jawa Timur

3. Misteri Hilangnya Desa Legetang, Sebuah Dusun di Lereng Gunung Dieng

Dalam buku laporannya yang berjudul Evaluation of Initial Investigation Dieng Geothermal Area, Central Java. Pada tahun 1971, USGS menuliskan bahwa pada tahun 1955, gunung Dieng mengalami longsor yang mengakibatkan hilangnya satu desa, tertimbun tanah.

Dalam website-nya (diengindonesia.com), tercatat bahwa desa Legeteng benar-benar terkubur, 351 warga desa tersebut, termasuk 19 penduduk desa tetangga meninggal saat longsor itu terjadi. Menurut sebuah sumber, desa Legetang berada di lereng gunung Dieng, hanya berjarak 3 km dari kawah Timbang.

Lagi pula, tahun itu 1955, segala peralatan masih terbatas, jadi sangat sulit untuk mengevakuasi penduduk yang terkubur. Dan pemerintah lokal saat itu membiarkan desa itu terkubur. Ujar Alif

Menurut sebuah mitos yang menyebar dari mulut ke mulut. Konon, dahulu, desa tersebut sangat subur. Namun, dikarenakan penduduknya tidak mensukuri dan tidak menjalankan kehidupan dengan perbuatan baik, maka desa tersebut di ganjar dengan kemarahan alam.

Saat ini, bekas lokasi desa tersebut merupakan lahan pertanian kentang milik penduduk sekitar. Banyak petani yang mengaku pernah menemukan puing rumah dan beberapa pecahan perabotan rumah tangga.

4. Gunung Dieng, Memukau, Sekaligus Mematikan

Indah, namun mematikan atau berbahaya, namun tetap indah. Terserah kamu melihat Dieng dengan cara pandang seperti apa. Jelasnya, gunung Dieng adalah dataran tinggi yang menyimpan keindahan dan bahaya.

Mengapa berbahaya?.....

Setidaknya, dataran tinggi Dieng memiliki 8 kawah aktif yang beberapa di antara kawah-kawah tersebut berpotensi mengeluarkan gas beracun, uap air dengan suhu panas, letusan lumpur panas, mengakibatkan lonsor, gempa bumi dan menyemburkan berbagai material vulkanik lainnya.

Situasi berbahaya ini digambarkan oleh tragedi letusan gas di kawah Sinila pada tahun 1979. Saat itu, kawah Sinila mengeluarkan gas beracun yang mampu menewaskan orang-orang yang menghirupnya dan membenuh setiap tanaman yang dilewatinya.

Berikut adalah ke-8 kawah yang berada di kawasan dataran tinggi gunung Dieng.

  1. Candradimuka
  2. Sibanteng
  3. Siglagah
  4. Sikendang (berpotensi gas beracun)
  5. Sikidang
  6. Sileri
  7. Sinila (berpotensi gas beracun)
  8. Timbang (berpotensi gas beracun)

Namun dengan setiap pemandangan alamnya, memukaunya sunrise di sana atau bentangan alam hijau yang luas. Tetap, Dieng adalah kawasan yang sangat indah....

5. Misteri Keberadaan Candi Pandawa Lima di Gunung Dieng

Pada abad ke-8, kerajaan Kalingga merupakan penguasa di tanah Jawa. Menurut para ahli arkeologi, pada tahun 732 M, kerajaan tersebut membangun beberapa candi yang difungsikan sebagai tempat pemakaman jenazah para raja dan ksatria, termasuk tokoh-tokoh yang masuk ke dalam sebutan Pandawa Lima.

Pandawa Lima sendiri adalah sebutan untuk 5 ksatria yang hidup di zaman Mahabrata, mereka merupakan putera dari raja Pandu Dewanata, dikenal memiliki jiwa ksatria dan berani. 5 ksatria tersebut di antaranya adalah;

  1. Puntadewa
  2. Werkudara (Bimo)
  3. Arjuna
  4. Nakula
  5. Sadewa

baca juga: 6 misteri gunung Merbabu, menyingkap setiap keangkeran di dalamnya

Demikian adalah 5 misteri gunung Dieng yang bisa saya sampaikan, semoga lewat misteri-misteri tersebut, kita dapat mengambil hikmah, mempelajari makna kehidupan dan sejarah yang terkandung di dalamnya. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Misteri Gunung Dieng, Tempat Indah nan Berbahaya"

Post a Comment