7 Misteri Gunung Kelud, Menguak Cerita Saat Gunung Kelud Meletus

misteri gunung kelud

Gunung Kelud adalah salah satu gunung Indonesia yang memiliki berbagai misteri di dalamnya, terletak di 3 kabupaten sekaligus, yakni Kab. Malang, Kab. Blitar dan Kab. Kediri, kurang lebih berada 27 km dari pusat kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia.

Gunung Kelud sendiri merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, catatan sejarah menunjukan bahwa pada 1000 tahun terakhir, gunung Kelud sudah pernah meletus sebanyak 30 kali, bahkan lebih, dengan letusan-letusan yang dahsyat, menyebabkan puluhan ribu jiwa meninggal. Para ahli sejarah meyakini bahwa letusan dahsyat gunung Kelud melebihi letusan gunung Sinabung dan Merapi.

Hebatnya letusan gunung Kelud memunculkan banyak cerita legenda, sejarah gunung Kelud dan berbagai mitos yang tersebar di kalangan masyarakat sekitar yang akan kamu ketahui setelah selesai membaca tulisan ini. Sebab, di sini, kita akan membahas tentang;

7 Misteri Gunung Kelud, Menguak Cerita Saat Gunung Kelud Meletus

1. Sejarah Gunung Kelud dan Lembu Suro
oh, Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping-kaping, yaiku Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, lan Tulungagung dadi kedung.~Lembu Sura~
Kalimat yang mengandung sebuah kutukan di atas keluar dari mulut Lembu Sura, seorang tokoh dalam legenda yang ikut mewarnai sejarah gunung Kelud, Kab. Kediri, Jawa Timur.

Meskipun dengan alur cerita yang sama, Kisah legenda Lembu Suro dengan kutukannya memiliki dua versi yang berbeda. Satu versi menceritakan bahwa dahulu, Raja Brawijaya, pemilik kursi kekuasaan kerajaan Majapahit, memiliki putri dengan paras yang sangat cantik, bernama Dyah Ayu Pusparani.

Semakin dewasa, kecantikannya kian tersohor di seluruh pelosok bumi Jawa, banyak sekali pemuda yang datang untuk melamar, termasuk Lembu Sura, seorang pemuda dengan kesaktian yang sangat tinggi, namun dia bukan dari kalangan manusia dan memiliki kepala seperti kerbau (dalam bahasa setempat disebut lembu).

Jelas saja sang putri tidak ingin menikah dengan makhluk seperti itu, tidak kuasa menolak lamaran Lembu Sura yang sakti, sang raja pun mengajukan persyaratan yang amat sulit, yakni Lembu Sura harus menggali sumur yang sangat dalam hanya dalam satu malam.

Dengan kesaktiannya, hal itu bukanlah perkara mustahil bagi Lembu Sura, dia dapat melakukannya dengan mudah dan di seperempat akhir malam, pekerjaannya hampir selesai.

Mendengar kabar bahwa sebentar lagi Lembu Sura menyelesaikan syaratnya, putri Dyah Ayu Pusparani pun menangis histeris, meminta sang raja untuk menyiasati Lembu Sura. Sang raja akhirnya memerintahkan seluruh prajurit untuk mengubur Lembu Sura yang sedang berada di dasar sumur yang sangat dalam tersebut.

Batu demi batu, kerikil demi kerikil, dimasukan dan Lembu Sura pun memohon agar tidak dikubur. Setelah dia menyadari bahwa permohonannya itu sia-sia. Akhirnya dia mengeluarkan 'kutukan' seperti kalimat di atas.

Sedangkan dalam versi lainnya, bukanlah Dyah Ayu Pusparani putri Brawijaya yang digambarkan sebagai wanita cantik itu, melainkan Dewi Kilisuci, putri dari Jenggolo Manik. Namun alur ceritanya tetap sama.

Baca juga: sejarah gunung Cikuray yang penuh mistis

2. Letusan Gunung Kelud Menjadi Sebab Atas Terjadinya Kutukan Lembu Sura

Entah seperti apa, kutukan yang diucapkan oleh Lembu Sura memang terjadi di kemudian hari. Pada tahun 1586, gunung Kelud mengalami letusan yang sangat hebat, membuat 3 tempat yang diucapkan Lembu Sura dalam kutukannya, yakni Kediri, Blitar dan Tulungagung, hancur luluh lantah, sekaligus mengakhiri kekuasaan kerajaan Majapahit.

Para sejarawan bersepakat bahwa pada letusan di tahun 1586 tersebut, setidaknya ada 10.000 orang yang meninggal dunia.

Hari ini, 11 sungai yang terbentuk akibat letusan gunung Kelud terletak di Kediri, Bendungan Wonorejo di Tulungagung dan Blitar menjadi sebidang tanah datar yang dikelilingi sungai dan danau. Senada dengan kutukan Lembu Sura, si manusia berkepala kerbau yang sakti.

3. Kebenaran Ramalan Jayabaya. Setiap Gunung Kelud Meletus, Akan Ada Peristiwa Besar Terjadi

Bukan tanpa alasan, ramalan atau kepercayaan ini terlahir setelah beberapa tanda terjadi. Lihat saja pada letusan di tahun 1811, berbarengan dengan serbuan tentara Inggris ke Indonesia. Tahun 1901, berbarengan dengan permulaan bergeraknya perpolitikan di Indonesia. Pada tahun 1919, berbarengan dengan permulaan bergeraknya berkebangsaan di Indonesia. Atau di tahun 1966, berbarengan dengan jatuhnya kekuasaan orde lama.

Hayam Wuruk, raja paling terkenal sepanjang sejarah kerajaan Majapahit, pun lahir berbarengan dengan meletusnya gunung Kelud di tahun 1334. Ir. Sukarno lahir, 2 minggu, setelah gunung Kelud meletus di tahun 1901. Benarkah ramalan Jayabaya atau hanya sekedar kebetulan belaka?.

4. Gunung Kelud Adalah Tempat Dikuburnya Keris Mpu Gandring yang Sangat Sakti

Buat kamu yang senang mengetahui sejarah, pasti kenal dengan Mpu Gandring, si pembuat keris dengan kesaktian hebat yang hidup di jaman kerajaan Singosari. Dia berhasil membuat keris dengan energi kuat yang digunakan oleh Ken Arok untuk membunuh dirinya sendiri.

Setelah Ken Arok membunuh sang pembuat keris, maka energi jahat dalam keris tersebut semakin kuat, keris itu semakin bringas dan berada di tangan yang salah, keris itu mampu membunuh Ken Arok, Anusapati dan Kebo Ijo.

Saat berada di tangan Wisnuwadhana, pemilik kursi kerajaan Singosari, konon raja Hayam Wuruk dari kerajaan Majapahit berhasil merebut keris tersebut dan menguburkannya di gunung Kelud untuk membendung aura jahat dalam keris tersebut. Oleh karena itu, meskipun bukan gunung yang tinggi, letusan gunung Kelud selalu hebat.

5. Upacara Adat, Ritual Gunung Kelud Untuk Menolak Bala Kutukan Lembu Suro

Secara rutin, pada setiap tahun, di bulan Suro, masyarakat sekitar lereng gunung Kelud selalu mengadakan upacara adat Wage Keramat, karena wage di bulan Suro adalah hari yang identik dengan meletusnya gunung Kelud.

Dalam upacara adat tersebut, masyarakat meminta perlindungan kepada tuhan dari bala yang disebabkan kutukan Lembu Suro. Sedangkan bagi umat hindu, upacara adat ini dilakukan sebagai rasa sukur kepada Sang Hyang Widhi.

6. Buaya Putih, Sang Penunggu Kawah Gunung Kelud

Dalam kisah legenda, dahulu ada 2 bidadari yang pernah mandi di telaga yang berada di gunung Kelud. Disebabkan tidak dapat menahan diri dan melakukan perbuatan tercela di telaga itu, akhirnya dewa mengutuk mereka menjadi buaya putih dan memberikan tugas untuk menjaga kawah gunung Kelud.

Konon, setiap gunung Kelud meletus, dua buaya putih itu mengambil para korban yang meninggal. Korban laki-laki akan dijadikan suami dan perempuan akan dijadikan saudari.

7. Sejarah Letusan Gunung Kelud

Pada abad ke-20, gunung Kelud pernah meletus pada tahun 1902, 1919, 1951, 1966 dan tahun 1990. Sedangkan pada abad ke-21 ini, gunung Gelud meletus pada tahun 2007 dan tahun 2014. Bila kamu mengamati hitungan tahunnya. Rentang tahun, dari letusan satu ke letusan lainnya, sangatlah pendek. Hingga para ahli gunung menyimpulkan kepada pola 15 tahun sekali gunung Kelud akan meletus.

Baca juga: 8 gunung dengan jalur pendakian paling ekstrim di Indonesia

Demikian adalah 7 misteri gunung Kelud, termasuk ulasan saat gunung Kelud meletus, sejarah letusan, kisah legenda gunung Kelud dan sejarah Lembu Suro yang bisa saya sampaikan. Jangan bosen ya main-main di blog Basecamp Para Pendaki ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 Misteri Gunung Kelud, Menguak Cerita Saat Gunung Kelud Meletus"

Post a Comment