Sejarah Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak

sejarah gunung rinjani dan danau segara anak

Gunung Rinjani merupakan salah satu gunung terfavorit di kalangan para pendaki, hal ini disebabkan oleh keindahan alamnya yang mempesona. Juga dianggap suci oleh sebagian penduduk Lombok dan Bali, hal ini disebabkan cerita sejarah yang tersimpan rapih di dalamnya, yang akan kamu ketahui setelah membaca tulisan ini sampai selesai. Berikut di bawah ini.

Sejarah Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak

Bila kita sedang bercerita tentang sejarah gunung Rinjani, maka kita tidak akan lepas dari sosok dewi Anjani, seorang ratu dari kerajaan ghaib yang dipercaya memiliki paras yang sangat cantik dan kisah dewi Rinjani, seorang dewi cantik yang sampai sekarang bersemayam di puncak gunung Rinjani.

Kisah Dewi Rinjani

Kisah berawal dari sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja bijaksana bernama Datu Tuan dengan permaisuri cantiknya yang bernama Dewi Mas. Potret kepemimpinan raja Datu sangatlah baik, ia dikenal sebagai raja dermawan, adil dan berwibawa. Membuat kehidupan rakyatnya sangat tentram, bahagia dan damai.

Namun, kehidupan sang raja terasa menyedihkan baginya. Sebab, pernikahannya dengan permaisuri yang sudah berlangsung beberapa tahun, belum juga dikaruniai seorang putra atau putri. Ia merasa khawatir tentang nasib kerajaannya jika kelak ia meninggal, tidak akan adakah yang meneruskan kepemimpinanku?. Bisik renungannya.

Setelah berfikir panjang dan dengan beberapa perhitungan, sang raja akhirnya meminta izin kepada Dewi Mas untuk menikah lagi, pernikahan ini tidak lain didasari oleh kepentingan nasib kerajaan di masa depan. Dewi Mas pun mengizinkan permintaan itu dengan lapang dada.

Selang beberapa hari, menikahlah sang raja dengan seorang perempuan cantik, putri dari Patih Aur, yang bernama Sanggar Tutul.

Namun, setelah pernikahannya dengan Sanggar Tutul, sikap sang raja kepada Dewi Mas, lambat laun, berubah, perhatiannya semakin memudar. Raja lebih senang menghabiskan waktu luangnya bersama istri muda. Meski demikian, Dewi Mas tetap sabar dan tetap mencintai sang Raja dengan sepenuh hati.

Di tengah keadaan yang serba canggung bagi Dewi Mas, akhirnya do'a-do'a yang ia panjatkan selama ini terkabul, ia hamil dan mengandung putra sang raja. Membuatnya sangat senang dan bersuka cita, kabar gembira ini langsung disampaikan kepada sang raja.

Raja pun senang, namun berbeda dengan Sanggar Tutul, ia merasa khawatir jika kehamilan Dewi Mas akan membuat perhatian sang raja berpaling darinya dan kembali sepenuhnya kepada Dewi Mas. Akhirnya ia membisikan konspirasi ke telinga sang raja, ia menuding bahwa kehamilan Dewi Mas terjadi karena hubungan gelapnya dengan seorang rakyat muda bernama Lok Deos.

Hasutan demi hasutan dilayangkan oleh Sanggar Tutul membuat sang raja percaya dengan hasutannya. Sang raja marah, mengusir Dewi Mas dari istana dalam keadaan hamil, membuangnya ke sebuah gili yang jauh dari pemukiman warga.

Menjalani kehidupan barunya, Dewi Mas membuat sebuah gubuk dengan bahan seadanya. Hingga pada suatu hari, berlabuhlah sebuah kapal perahu, nahkoda dan awak kapal pun mampir ke gubuk Dewi Mas, mereka dijamu dengan sangat baik.

Melihat keadaan Dewi Mas yang terasa ganjil, seorang perempuan cantik yang sedang hamil dan berada di gubuk terpencil sendirian, sang nahkoda bertanya kepada Dewi Mas, kenapa bisa terjebak dalam nasib seperti itu. Dewi Mas pun bercerita tentang kejadian-kejadian yang telah dialaminya. Kemudian Dewi Mas meminta sang nahkoda untuk diantar ke Bali dan membangun kehidupan baru di sana. Nahkoda pun setuju.

Ketika menjalani kehidupan di Bali, akhirnya masa kelahiran telah tiba, ia melahirkan sepasang bayi kembar, bayi laki-laki lahir dengan sebuah keris dan diberi nama Raden Nuna Putra Janjak, sedangkan bayi perempuan lahir dengan sebilah anak panah dan dinamai Dewi Rinjani. Mereka berdua tumbuh sebagai anak yang lucu, menarik, tangkas dan memiliki ilmu sakti mandraguna.

Setelah dewasa, mereka berdua menanyakan tentang ayah mereka, sedikit kebingungan untuk menjawab, akhirnya Dewi Mas menceritakan dengan seadanya. Mendengar cerita sang ibu, kemudian Raden Nuna sangat murka dan memutuskan untuk melakukan pelayaran ke Lombok dengan maksud menemui sang ayah dan meminta pertanggung jawaban atas sikap dia kepada Dewi Mas.

Sesampainya di istana Raja Datu, Raden Nuna melampiaskan kemarahannya, ia menerobos masuk ke dalam istana, tidak ada seorang pun yang dapat menandingi kesaktiannya, membuat sang raja harus turun tangan. Ketika mereka berhadapan, terdengarlah suara ghaib yang mengatakan.
Hai Datu Tuan, jangan kau aniaya anak itu. Anak itu adalah anak kandungmu sendiri dari istrimu Dewi Mas
Mendengar suara ghaib itu, sang raja tersungkur, merasa lemas, ia teringat kepada perlakuannya terhadap Dewi Mas di masa lalu dan segera meminta maaf kepada Raden Nuna. Setelah dimaafkan, kemudian sang raja meminta Dewi Mas bersama dua anak kembarnya kembali ke istana.

Dewi Mas pun menerima permintaan sang raja, ia kembali ke istana, memaafkan sang raja dan Sanggar Tutul. Mereka hidup sebagai keluarga yang bahagia dan damai.

Waktu demi waktu berlalu, usia sang raja semakin tua, ia menyerahkan kursi kerajaan kepada Raden Nuna Putra Janjak yang telah tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan.

Kemudian, setelah turun tahta, raja datu meminta dewi Rinjani, yang tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, untuk menemaninya pergi bersemedi di sebuah gunung yang terletak tidak jauh dari kerajaan. Ketika mereka berdua bertapa, dewi Rinjani justru malah diangkat oleh bangsa jin untuk menjadi ratu mereka. Hingga saat ini, sebagian besar penduduk Lombok dan Bali percaya bahwa dewi Rinjani masih bersamayam di gunung Rinjani, menjalankan tugasnya sebagai penguasa di kerajaan jin.

Baca juga: jalur pendakian gunung Rinjani via Sembalun Lawang

Kisah Dewi Anjani

Konon pada jaman dahulu, hidup seorang putri kerajaan bernama dewi Anjani, senyap-senyap ia menjalin hubungan cinta dengan seorang rakyat muda tampan yang miskin. Hingga akhirnya, jalinan cinta mereka terbongkar dan sang raja menghardik dewi Anjani agar tidak lagi berhubungan dengan pemuda miskin itu.

Namun, cinta sudah kepalang tumbuh di hati dewi Anjani, ia mendesak ayahnya untuk merestui hubungan cinta dengan pemuda miskin yang sangat dicintainya. Namun, bukannya mengabulkan desakan dewi Anjani, sang raja justru bersikap lebih keras dalam menghalangi hubungan  cinta putrinya tersebut.

Merasa marah dengan sikap sang raja, kemudian dewi Anjani kabur dari istana, ia memutuskan untuk pergi ke sebuah gunung yang berada di Lombok, meratapi nasibnya dengan cara bersemedi di atas puncak gunung tersebut. Semedinya itu membuatnya mendapatkan kesaktian yang tinggi. Hingga pada akhirnya, semua bangsa jin yang ada di kawasan gunung tersebut mengangkatnya menjadi ratu mereka.

Akhirnya, nama gunung tersebut diberi nama yang diserap dari nama dewi Anjani, yakni gunung Rinjani.

Hingga saat ini, banyak masyarakat sekitar yang meyakini bahwa dewi Anjani masih bersemedi di puncak gunung Rinjani, terkadang ia berkeliling di kawasan gunung Rinjani untuk melihat keadaan kawasan kerajaan yang dipimpinnya. Bahkan, banyak para pendaki yang mengaku pernah melihat sosok dewi Anjani dengan paras yang sangat cantik.

Demikian adalah kisah sejarah gunung Rinjani yang menceritakan 2 dewi berparas sangat cantik yang sama-sama melakukan semedi di puncak gunung Rinjani, sama-sama menjadi ratu kerajaan jin dan sama-sama memiliki ilmu sakti mandraguna. Apakah tiga kesamaan ini bisa menyimpulkan bahwa mereka berdua adalah satu sosok yang sama?. Entahlah, belum ada yang bisa membuktikannya, gunung Rinjani masih menyimpan banyak misteri di dalamnya.

Misteri Gunung Rinjani

Bila ingin mengetahui tentang segala misteri yang tersimpan di dalam gunung Rinjani, sebaiknya kamu membaca tulisan saya sebelumnya yang berjudul 8 misteri gunung Rinjani, 4 pendaki menjadi korban. Seberapa angkerkah?.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak"

Post a Comment