Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru (Review Kondisi Jalur)

jalur pendakian gunung raung via kalibaru

Ketinggian puncaknya yang mencapai 3.344 mdpl, gunung Raung menempati urutan ke-2 dalam jajaran gunung tertinggi di Jawa Timur dan urutan ke-4 dalam jajaran gunung tertinggi di pulau Jawa. Letaknya sendiri berada di perbatasan antara tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember, masuk dalam rangkaian pegunungan Ijen.


Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru (Review Kondisi Jalur)

Sejatinya, gunung Raung memiliki 4 jalur pendakian, yaitu jalur Glenmore, jalur Jambewangi, jalur Sumber Wringin dan jalur Kalibaru. Khusus dalam tulisan ini, kamu akan mengetahui tentang jalur pendakian gunung Raung via Kalibaru.

Rute Perjalanan Menuju Basecamp Kalibaru

Transportasi menuju basecamp Kalibaru tidaklah terlalu sulit, bila kamu menggunakan jasa kereta api, maka tujuan utamamu adalah Statsiun Kalibaru, di Kabupaten Banyuwangi, kemudian di sambung dengan naik ojeg menuju basecamp Pak Suta, biasanya tukang ojeg di sana langsung tahu saat melihat carrier besar yang kita panggul.

Basecamp Kalibaru dan Perihal Perizinan

Basecamp pendakian Kalibaru berada di rumah seorang penduduk bernama Pak Suta, ia telah meninggal pada tahun 2014 dan kepengurusan basecamp dilanjutkan oleh anak-anaknya. Menurutku, rumah Pak Suta sangat nyaman, dilengkapi dengan berbagai fasilitas, tempat beristirahat, lahan parkir dan sebuah warung yang menjajalkan persediaan logistik.

Sementara, di sini kamu harus mengurus surat perizinan. Sedikit rumit, karena kamu harus mengisi form perizinan dan melampirkan beberapa berkas, seperti surat kesehatan, surat izin perhutani, kecamatan, kepolisian dan KTP resmi.


Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru

Meski merupakan salah satu jalur pendakian paling ekstrim di Indonesia, namun jalur Kalibaru merupakan jalur paling favorit di antara jalur lainnya di gunung Raung. Hal ini disebabkan, karena dengan menggunakan jalur ini, kita bisa langsung bertemu dengan puncak Sejati, puncak gunung Raung yang paling tinggi.

Basecamp - Pos 1 (1 jam naik ojeg)

Beranjak dari basecamp, untuk menghemat waktu dan tenaga, perjalanan menuju pos 1 bisa kamu lewati dengan naik ojeg dengan ongkos Rp. 30.000. Pos 1 sendiri berada pada ketinggian 980 mdpl, di sini kamu dapat menemukan sumber air terakhir. Jadi manfaatkan itu sebaik mungkin.

Pos 1 - Pos 2 (3 jam)

Selepas pos 1, perjalanan dilanjut menuju pos 2, track masih terasa landai, pemandangan berupa kebun kopi dan disambung oleh hutan yang cukup rimbun, sedangkan medan didominasi oleh tanah padat. Setelah berjalan sekitar 3-4 jam, kamu akan sampai di pos 2.

Pos 2 sendiri merupakan sebuah tempat bernama Pos Semar, berada pada ketinggian 1.431 mdpl. Di sini, kamu dapat mendirikan tenda dan beristirahat. Sebab, tempat ini memiliki area datar yang cukup luas.

Pos 2 - Camp 3 (60 menit)

Perjalanan menuju camp 3, kemiringan track meningkat cukup tajam, melipir melintasi punggungan bukit, pemandangan di sebelah kanan berupa hutan yang sedikit terbuka, dan sebelah kiri berupa jurang, oleh karenanya berhati-hatilah saat memilih pijakan.

Setelah berjalan sekitar 1 jam, kamu akan sampai di camp 3, sebuah tempat yang berada pada ketinggian 1.656 mdpl, area tanah datar yang tidak terlalu luas, mungkin hanya mampu menampung 3 tenda.

Camp 3 - Camp 4 (2 jam)

Setelah melewati camp 3, track akan terasa landai, bahkan di beberapa titik, kamu dapat menemukan turunan, kemudian melipir kembali ke punggungan gunung dan track kembali menanjak. Sedangkan, pemandangan tidak banyak berubah, masih berupa hutan di sebelah kanan dan jurang di sebelah kiri. Setelah berjalan sekitar 2 jam, maka kamu akan sampai di camp 4, yang berada pada ketinggian 1.855 mdpl.

Camp 4 - Camp 5 (45 menit)

Jarak antara camp 4 dan camp 5 tidaklah jauh, namun kemiringan track yang semakin menanjak membuat perjalanan terasa lambat. Sementara, hutan semakin rimbun dan jalur sempit diapit oleh semak belukar yang berduri, membuat kita harus berhati-hati dan tidak usah terburu-buru. Setelah berjalan sekitar 45 menit, maka kamu akan sampai di camp 5, yang berada pada ketinggian 2.115 mdpl.

Camp 5 - Camp 6 (30 menit)

Selepas camp 6, perjalanan semakin berat, track semakin sadis, kamu akan melewati tiga pundakan yang cukup terjal, terlebih jurang mengapit jalur di sebelah kanan dan kiri, membuat kita harus lebih berhati-hati. Setelah berjalan sekitar 30 menit, maka kamu akan sampai di camp 6, yang merupakan pos 3, bernama Pos Petruk, berada pada ketinggian 2.285 mdpl.

Camp 6 - Camp 7 (45 menit)

Beranjak dari camp 6, penyiksaan masih terus berlanjut, kadar kesadisan track masih terus meningkat, tanjakan semakin terjal. Sementara, pemandangan di sini lebih terbuka, membuat angin berhembus terasa sangat kencang. Setelah berjalan sekitar 45 menit, maka kamu akan sampai di camp 7, yang berada pada ketinggian 2.541 mdpl.

Camp 7 - Camp 8 (2 jam)

Perjalanan menuju camp 8, kamu akan melintasi track menanjak, melewati gunung Wates, melipir di punggungan gunung. Setelah berjalan sekitar 2 jam, maka kamu akan sampai di camp 8, sebuah area tanah datar yang sempit, mungkin hanya mampu menampung 2 tenda saja. Camp 8 sendiri berada pada ketinggian 2.876 mdpl.

Camp 8 - Camp 9 (60 menit)

Kondisi jalur pendakian tidak banyak berubah, kamu akan melewati beberapa tanjakan dan belokan, sementara pemandangan masih berupa hutan yang rapat. setelah berjalan sekitar 1 jam, maka kamu akan sampai di camp 9, yang merupakan pos 4, bernama Pos Bagong, berada pada ketinggian 3.023 mdpl, merupakan batas vegetasi.

Camp 9 - Puncak Bendera (15 menit)

Selepas camp 9, perjalanan menuju puncak Bendera hanya membutuhkan waktu 15 menit, vegetasi sangat terbuka, terkadang angin bertiup sangat kencang, sementara medan didominasi oleh bebatuan dan kerikil. Puncak Bendera sendiri berada pada ketinggian 3.154 mdpl, merupakan tempat peristirahatan terakhir sebelum menerjangi jalur yang amat ekstrim.

Puncak Bendera - Puncak 17

Puncak Bendera merupakan gerbang masuk menuju jalur pendakian paling ekstrim di Indonesia. Persiapkan beberapa alat-alat climbing, di antaranya adalah webbing, carabiner, harnest, jumar, ascender, tali carmantel (40 meter) dan figur of eight (pastikan dalam keadaan baik).

Selepas puncak Bendera, kamu akan melintasi jalur ekstrim berupa punggungan gunung, berjalan di bibir jurang, medan didominasi oleh pasir yang membuat jalur terasa licin. Membutuhkan kecermatan dan konsentrasi agar dapat melewatinya. Perjalanan ini akan membawamu pada titik rawan 1 dan titik rawan 2, yang terkenal dengan ke-ekstrimannya.

Puncak 17 - Puncak Tusuk Gigi

Setelah melewati puncak 17, jalan akan menurun curam, kamu harus melewati sebuah turunan sempit yang diapit oleh jurang di sebelah kanan dan kiri, kemudian melewati sebuah tebing yang bisa kamu lalui dengan teknik pendakian rappeling. Tetap jaga konsentrasi dan fokus.

Puncak Tusuk Gigi - Puncak Sejati

Jarak dari puncak Tusuk Gigi menuju Puncak sejati adalah sekitar 100 menit, vegetasi sangat terbuka, kadang angin bertiup sangat kencang dan medan masih didominasi oleh bebatuan dan kerikil.


Puncak Gunung Raung

Ketinggian puncak Sejati mencapai 3.344 mdpl, menempatkannya di urutan ke-14 dalam jajaran 50 puncak tertinggi di Indonesia. Di sini kamu akan melihat sebuah kawah yang memiliki kedalaman sekitar 500 meter dan sangat rajin mengepulkan asap. Sangat megah dan menkjubkan.

Baca juga: sejarah gunung Raung dan misteri gunung Raung

Tips Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru

  • Sebelum melakukan pendakian, lakukan pengecekan status gunung Raung, karena ia termasuk gunung berapi paling aktif di Indonesia
  • Para pemula tidak disarankan untuk melakukan pendakian di jalur Kalibaru
  • Persiapkan perbekalan logistik dengan sebaik mungkin, minimal sebanyak keperluan untuk 4 hari
  • Persiapkan perbekalan air minum, minimal 6 liter per orang, pisahkan untuk naik dan turun gunung
  • Mengenakan pakaian lapang, lengan dan celana panjang
  • Pastikan fisikmu berada pada kondisi prima
  • First safety
  • Dalam rombongan, harus ada seseorang yang memiliki kemampuan teknik descending rappeling, ascending, moving together, belaying dan anchoring. Sebab, tekni-teknik itu harus dilakukan untuk bisa sampai di puncak Sejati
  • Kekompakan tim harus terjaga sepanjang perjalanan

Demikian adalah informasi tentang pendakian gunung Raung via Kalibaru yang bisa saya sampaikan. Bila kamu merasa bahwa tulisan ini sangat bermanfaat untuk pendaki lainnya, sebaiknya bantu saya dengan membagikan tulisan ini di media sosial kesayanganmu. Caranya dengan menekan tombol sosial media yang tersedia di bawah tulisan ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru (Review Kondisi Jalur)"

Post a Comment